19 Februari 2020

Usai Karantina dari Natuna, Mahasiswa Asal Jateng Jalani Perkuliahan Online

Tim Redaksi | 245 Pembaca

  • BAGIKAN :
Usai Karantina dari Natuna, Mahasiswa Asal Jateng Jalani Perkuliahan Online
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabow

Sebanyak 5 dari 10 mahasiswa asal Jawa Tengah yang telah menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, terkait proses pembelajaran mereka telah berkoordinasi dengan pihak kampus.

"Jadi mereka belajar lewat internet, ada aplikasinya, sampai kemudian ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak kampus," ujarnya.

Meski telah mengantongi sertifikat sehat, pengawasan medis tetap dilakukan.

"Mereka sudah dinyatakan sehat jadi tidak perlu khawatir. Meski tak ada perlakuan khusus, tapi tetap ada pengawasan namun tidak kaku. Kalau mereka sakit bisa langsung periksa ke puskesmas atau rumah sakit setempat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa asal Jawa Tengah, yang telah menjalani observasi selama 14 hari di Natuna, tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Observasi dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

Sebagaimana dilansir Kompas.com di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, puluhan penumpang maskapai tersebut pun akhirnya mulai tampak melewati pintu kedatangan.

Namun, untuk menghindari bertemu dengan awak media dan lima mahasiswa terpaksa transit di ruangan khusus.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, kelima mahasiswa tersebut tak mau diliput oleh awak media karena merupakan privasi.

"Tadi sudah bertemu mereka di dalam. Mereka mohon betul tidak mau diliput media. Itu permintaan pribadi mereka," ujar Yulianto saat ditemui Kompas.com, Sabtu (15/2/2020) malam.

Yulianto menyebut mereka merasa senang dapat menginjakan kaki di Jateng. Bahkan, kata dia, sebagian ada yang dijemput dan ditemani oleh pihak keluarga.

"Mereka senang bisa kembali ke Jateng bisa ketemu keluaega. Sebagian ada yang dijemput keluarga, ada juga yang tidak. Tapi kita fasilitasi mobil untuk mengantar rumah masing-masing didampingi tim medis dan tenaga sosial," jelas Yulianto.

Editor : Joko Yuwono