13 Maret 2020

Semen Gresik Rembang Bangun Edupark Pertanian Terpadu

Tim Redaksi | 129 Pembaca

  • BAGIKAN :
Semen Gresik Rembang Bangun Edupark Pertanian Terpadu
Foto: Bupati Rembang H Abdul Hafidz didampingi Direksi PT Semen Gresik meninjau area peternakan sapi dan domba di lahan Edupark, Sabtu,22 Februari 2020.

PT Semen Gresik Rembang membangun edupark pertanian dan peternakan terpadu untuk masyarakat. Program itu selanjutnya dikelola Badan Usaha Milik Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.

�Progam edupark ini multimanfaat. Hasil dari tanaman maupun hewan ternak yang dikelola bisa memenuhi konsumsi harian warga maupun untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah) desa melalui BUMDes," ungkap Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Gresik Muchammad Supriyadi, saat peresmian Edupark, Sabtu (22/2/2020).

Peresmian Edupark yang juga dihadiri Forkompinda Rembang dan berbagai elemen masyarakat ini dilakukan di sela-sela kegiatan Adventure Explore Rembang (AER) yang digelar dalam rangka HUT ke-6 PT Semen Gresik. Event AER yang juga bertujuan mengangkat destinasi wisata berbasis potensi lokal desa sekitar perusahaan.

Edupark berdiri di lahan seluas 1,6 hektare dan merupakan bagian dari progam Perkebunan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan Terpadu (P4T) PT Semen Gresik, diproyeksikan mampu membangun kemandirian pangan, energi dan ekonomi warga sekitar perusahaan.

Supriyadi mengatakan, jajarannya berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta berkontribusi positif untuk kemajuan daerah. Salah satu bentuknya berupa Edupark yang merupakan bagian dari progam P4T PT Semen Gresik.

Dicontohkan dari ayam Arab dan burung puyuh bisa diambil telurnya. Sedangkan lele bisa dimanfaatkan dagingnya. Pisang dan pepaya dimaksimalkan buahnya. Tak hanya itu, jamur, kangkung, sawi, terong hingga sereh dan tanaman hortikultura lainnya juga bisa dimanfaatkan.

Sedangkan sapi dimanfaatkan dagingnya. Domba Morino selain daging juga bulunya bisa dimanfaatkan. Kedua hewan itu, termasuk ayam dan puyuh juga bisa dimaksimalkan kotorannya untuk berbagai hal. Kotoran yang dihasilkan berbagai hewan ternak itu sekitar 17 M3.

Hasil dari kotoran ternak bisa dimaksimalkan untuk pupuk, pakan ternak, biogas dan bahkan energi listrik. Jika dikonversi, hasil kotoran ternak itu setara 5.000 watt. Sehingga cukup untuk kompor biogas dan sekaligus lampu penerangan rumah warga.

"Warga bisa mandiri pangan dan energi. Tak hanya itu juga sekaligus berkontribusi mengangkat perekonomian warga maupun desa. Berdasar hitungan, hasil dari edupark bisa mencapai Rp 12,5 juta per bulan," kata Supriyadi.

Setelah diresmikan, pengelolaan edupark diserahkan ke BUMDes Kajar. Meski begitu, Semen Gresik masih melakukan pendampingan teknis. Progam ini juga akan ditularkan untuk warga desa lain sekitar perusahaan, baik wilayah Rembang maupun Blora.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Menurutnya, perusahaan persemenan terkemuka itu punya visi yang luar biasa untuk memberdayakan masyarakat. Bupati bahkan mengaku tertarik mengembangkan progam ini. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengajak pengelola BUMDes di Rembang untuk melihat langsung kegiatan Edupark.

"Ini luar biasa. Semisal contoh ayam Arab dengan investasi Rp36 juta tapi bisa menghasilkan Rp3,6 juta per bulan. Ini secara bisnis akan menguntungkan," ujarnya.

Kepala Desa Kajar Sugiyanto mengatakan, Edupark bermanfaat menggenjot kualitas SDM warganya. Progam ini menjadi sarana pembelajaran warga untuk memberi nilai tambah pada tanaman dan hewan ternak yang selama ini ada di sekitar mereka.

"Progam ini juga memacu BUMDes Kajar Mbangun Deso lebih kreatif memaksimalkan berbagai peluang. Hasil dari Edupark ini akan kita sinergikan dengan UMKM baik di Desa Kajar maupun desa lainnya agar perekonomian lebih terangkat," harap Sugiyanto.

Editor : Joko Yuwono