16 Maret 2020

Jawa Tengah Diserbu Investor, Sektor Properti Menguat

Tim Redaksi | 320 Pembaca

  • BAGIKAN :
Jawa Tengah Diserbu Investor, Sektor Properti Menguat
Foto: Sejumlah investor mengincar Jawa Tengah untuk dijadikan bidikan investasi.

Sejumlah investor di beberapa bidang terus mengincar Jawa Tengah untuk dijadikan bidikan investasi.

Tren perpindahan kawasan industri, ketersediaan tempat, serta murahnya upah tenaga kerja menjadi nilai tersendiri bagi para investor.

Tren positif juga ditunjukkan dari data yang dipaparkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu. Dimana total nilai investasi di Jawa Tengah sepanjang 2019 mencapai Rp 222 triliun.

Peluang itu dibaca oleh sejumlah investor, bak pepatah ada gula ada semut, baik investor di bidang properti pada awal 2020 mulai berlomba-lomba masuk ke Jawa Tengah.

Dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jateng, Wibowo Tedjo Sukmono, para investor diprediksi akan lari ke Jawa Tengah.

"Hal itu dikarenakan adanya tren pergeseran kawasan industri dari Jawa Barat ke Jawa Tengah. Murahnya upah tenaga kerja dan ketersediaan lahan menjadi satu di antara faktornya," jelasnya.

Dilanjutkannya, tren itu menimbulkan efek domino, dimana bisnis properti juga akan berdampak dalan hal investasi.

"Inflasi Jateng mencapai 5 hingga 6 persen, yang menyebabkan investor berinvestasi di bidang properti. Nilai investasi properti akan terus tumbuh di atas nilai inflasi. Terutama untuk bisnis perumahan karyawan yang dibangun di sekitar kawasan industri," katanya.

Wibowo menuturkan, peluang tersebut dilihat oleh pengembang dan mulai mengincar sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Kendal, Jepara, Semarang, Boyolali, dan Klaten.

"REI sudah memulainya dengan membangun perumahan khusus karyawan di kawasan industri yang terletak di Bawen Kabupaten Semarang. Pembangunan itu pasti akan merambah ke location lain karena perkembangan industri di Jateng," tuturnya.

Editor : Joko Yuwono