16 Maret 2020

Banyak Kawasan Industri, Pengembang Properti Jateng Diuntungkan

Tim Redaksi | 267 Pembaca

  • BAGIKAN :
Banyak Kawasan Industri, Pengembang Properti Jateng Diuntungkan
Foto: Istimewa

Kalangan pengembang perumahan di Jawa Tengah optimistis bisnis properti akan semakin bergeliat. Hal tersebut seiring dengan banyaknya industri yang pindah ke Jateng.

Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Pertanahan, Wibowo Tedjo Sukmono mengatakan, banyaknya industri yang muncul di Jateng tentu saja berimbas terhadap kebutuhan perumahan yang semakin meningkat.

“Pengembangan properti yang sangat potensial ada di Jepara, Klaten, Boyolali, Bawen, kemudian Kendal sekitar KIK (Kawasan Industri Kendal), itu multi player efek industri tentu ke properti juga, baik rumah FLPP maupun komersial,” kata Wibowo Selasa (21/1/2020).

Sementara itu, di sisi lain, penjualan pameran Property Expo Semarang pada Januari 2020 turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Wibowo menjelaskan, pameran yang dihelat di Paragon Mal Semarang sejak 8 – 19 Januari 2020 itu mencatatkan penjualan sebanyak 17 unit rumah dengan nilai sebesar Rp 23 miliar.

Menurutnya, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan pameran yang sama tahun lalu yang mampu menjual sebanyak 41 unit dengan nilai Rp44 miliar.

"Penjualan pameran kali ini masih didominasi oleh rumah tipe menengah ke bawah dengan kisaran harga di bawah Rp750 juta," tambahnya.

Menurutnya, kondisi politik dan makro ekonomi Indonesia yang mulai stabil akan membuat bisnis properti tumbuh lebih baik.

Kemudian, pasca pameran pihaknya juga akan melakukan follow up secara terus menerus agar pembeli yang sebelumnya tertarik bisa segera melakukan akad pembelian.

“Saya merasakan tahun ini akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Tahun ini suhu politik lebih stabil, selain itu kondisi makro ekonomi juga sama,” ujarnya.

Disebutnya, bahwa pada awal tahun menjadi momen yang pas bagi masyarakat untuk segera membeli rumah. Sebab, harga yang ada dipastikan akan naik sekitar Februari – Maret mendatang.

"Adanya suku bunga KPR yang rendah sekitar 6% – 7% yang disediakan oleh bank juga menjadi peluang untuk memiliki rumah idaman keluarga. Pengalaman yang sudah kenaikan harganya sekitar 5% – 10%, biasanya Februari paling lambat Maret pasti ada kenaikan,” katanya.

Editor : Joko Yuwono