26 Maret 2020

Nekat Keluar Saat Nyepi, Turis Asal Amerika Dirantai

Tim Redaksi | 309 Pembaca

  • BAGIKAN :
Nekat Keluar Saat Nyepi, Turis Asal Amerika Dirantai
Foto: Suasana Nyepi di Bali

Nekat keluar saat hari raya nyepi, seorang turis asal Amerika Serikat dirantai oleh pecalang atau pengaman desa adat di Desa Kampial, Kuta Selatan, Badung, Bali, Rabu (25/3/2020).

Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus mengatakan, sekitar pukul 08.00 Wita, turis itu keluar vila di sekitar Jimbaran berniat untuk lari pagi.

Saat itu sedang hari raya Nyepi. Saat akan lari pagi, oleh pihak vila sudah dilarang namun turis itu tetap bersikukuh keluar untuk lari.

Beberapa meter dari vila, ia berpapasan dengan para pecalang yang sedang mengamankan Nyepi. Turis tersebut kemudian ditegur dan disuruh balik ke vila. Namun, ia tetap menolak hingga terjadi perdebatan.

Karena kesal, para pecalang kemudian merantainya dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

"Sampai di polsek, kami jelaskan bahwa hari ini Nyepi, tapi ngeyel lagi ke kami. Terus dijelaskan ini ribuan bule mengerti tapi kenapa kamu ngeyel ingin lari," kata Yusak, saat dihubungi, Kamis (26/3/2020) malam.

Di kantor polisi, turis tersebut tetap saja ngotot dan merasa tak bersalah. Bahkan, mengancam akan melapor ke pihak Konsulat Jenderal.

"Akhirnya kami antarkan ke vilanya. Di vilanya masih ngeyel juga mau telepon konsulnya mau laporkan kenapa dirantai. Kami tak terima laporannya karena ia tak menghargai adat di sini," kata Yusak.

Editor : Joko Yuwono