27 April 2021

Densus 88 Polri Tangkap Eks Petinggi FPI Munarman di Tangerang Selatan

Tim Redaksi | 450 Pembaca

  • BAGIKAN :
Densus 88 Polri Tangkap Eks Petinggi FPI Munarman di Tangerang Selatan
Foto: Detasemen Khusus Anti Teror

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap mantan petinggi organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI), Munarman di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (24/4/2021).

"Iya benar. Benar (ditangkap)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa. 

Saat ini, Tim Densus 88 akan melakukan penggeledahan di kawasan Petamburan, Jakarta Barat.

"Iya, ini berangkat ke Petamburan," ucap Yusri. Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa Munarman ditangkap pada pukul 15.00 oleh tim Densus 88.

Ahmad menturkan, Munarman diduga terlibat dalam aksi pembaitan di UIN Jakarta dan juga Makassar, Sulawesi Selatan. Kabag Penum Divhumas Polri Irjen Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa Munarman ditangkap pukul 15.00 di rumahanya di kawasan Modern Hill, Pamulang, Tangerang Selatan.

"Saat ini, yang bersangkutan dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya," ucap Ahmad. Dia menuturkan bahwa Munarman diduga terlibat dalam aksi pembaitan di UIN Jakarta, Makassar, dan Medan. Terkait perstiwa itu, hari ini Densus 88 juga menggeledah rumah di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

"Iya, kalian tahu kan di Petamburan, lebih jelasnya nanti oleh Kabid Humas Polda Metro," ujar dia. "Sekarang masih dalam perjalanan ke Polda Metro," tambah Ahmad.

Ditemukan Serbuk Putih

Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Hengky Hariadi mengungkapkan penggeledahan dilakukan di bekas Sekretariat FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat.

Saat digeledah, aparat tim gabungan Polri menemukan serbuk putih di dalamnya.

"Baru dapat konfirmasi dari dalam, bahwa ada serbuk putih yang mencurigakan," kata Hengki. Lebih lanjut, Hengki menuturkan hingga saat ini tim belum berani menyentuh serbuk putih tersebut.

"Masih menunggu kedatangan Gegana ke sini," ujar Hengki. Dia menjelaskan, anggota TNI dan Polri bersiaga di sekitar Petamburan untuk mengawal penggeledahan yang dilakukan tim Densus 88. "Ada 60 personel TNI Polri (yang mengawal proses penggeledahan)," ujarnya.

Editor : Joko Yuwono