Kawasan ini juga berperan sebagai penyangga terhadap intrusi air laut. Dengan adanya mangrove, air laut tidak mudah masuk ke daratan, sehingga melindungi ekosistem air tawar dan lahan pertanian di sekitarnya.
Di sisi lain, keberadaan lahan basah juga membantu dalam pengendalian banjir. Air yang masuk ke kawasan rawa dapat diserap dan disimpan sementara, sehingga mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar.
Namun, fungsi-fungsi tersebut sangat bergantung pada kondisi ekosistem yang masih utuh. Kerusakan mangrove atau perubahan fungsi lahan dapat mengurangi kemampuan kawasan dalam menjalankan perannya.
Tantangan konservasi dan pengelolaan berkelanjutan
Seperti kawasan pesisir lainnya, Taman Nasional Sembilang menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaannya. Salah satu yang paling utama adalah tekanan dari aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan untuk tambak dan perkebunan.
Perubahan fungsi lahan ini dapat menyebabkan hilangnya hutan mangrove dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Selain itu, aktivitas ilegal seperti penebangan dan perburuan juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB