Taman nasional ini relatif “muda” dibandingkan kawasan konservasi lain di Indonesia. Penetapannya dilakukan pada tahun 2004, dengan tujuan utama melindungi sisa hutan dataran rendah yang terus menyusut di Riau. Luas awalnya sekitar 38 ribu hektare, kemudian diperluas menjadi lebih dari 80 ribu hektare untuk mengakomodasi kebutuhan habitat satwa liar, terutama gajah.
Hutan dataran rendah seperti yang terdapat di Tesso Nilo memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan hutan pegunungan. Vegetasinya lebih rapat, dengan pohon-pohon besar yang membentuk kanopi tebal. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang sangat kaya akan kehidupan, baik flora maupun fauna.
Tesso Nilo bahkan sering disebut sebagai salah satu kawasan dengan tingkat keanekaragaman tumbuhan tertinggi di dunia. Ratusan spesies pohon dapat ditemukan dalam satu area yang relatif kecil, mencerminkan kompleksitas ekosistem yang luar biasa.
Keanekaragaman ini menjadi dasar bagi kehidupan berbagai satwa liar. Salah satu yang paling menonjol adalah gajah Sumatra, yang menjadikan kawasan ini sebagai jalur migrasi dan habitat utama. Gajah membutuhkan area yang luas untuk mencari makan dan bergerak, sehingga keberadaan hutan yang utuh menjadi sangat penting.
Selain gajah, kawasan ini juga menjadi habitat bagi harimau Sumatra, beruang madu, tapir, serta berbagai jenis primata dan burung. Keberadaan predator seperti harimau menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan ini masih memiliki struktur yang relatif lengkap.
Namun, berbeda dengan kawasan konservasi lain yang relatif terlindungi, Tesso Nilo menghadapi tekanan yang sangat besar. Salah satu tantangan utama adalah deforestasi akibat pembukaan lahan untuk perkebunan, terutama kelapa sawit.
Kuliner
28 Mei 2026, 11:28 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:22 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:12 WIB
Kuliner
24 Mei 2026, 19:46 WIB
Kuliner
24 Mei 2026, 19:42 WIB
Inspirasi
07 Mei 2026, 17:16 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:59 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:58 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:56 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:22 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:07 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 17:45 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 16:35 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 10:20 WIB
Kuliner
12 Apr 2026, 11:12 WIB
Edukasi
18 Jan 2026, 0:44 WIB
Ekonomi
17 Jan 2026, 23:33 WIB