Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
DI Yogyakarta
»
Desa Wisata


Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Foto: Salah satu daya tarik kawasan ini adalah keberadaan bangunan-bangunan yang mempertahankan nuansa tradisional Jawa.
Warta Konsumen Indonesia

Sleman, Indonesianer.com -- Kampoeng Sedjarah Kelor adalah destinasi wisata berbasis alam dan sejarah di Dusun Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Berdiri sejak 2006, desa ini menawarkan perpaduan napak tilas perjuangan kemerdekaan, petualangan sungai, dan kekayaan kuliner tradisional.

Di lereng selatan Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Kelor, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman wisata berbeda dari kebanyakan tempat wisata di Yogyakarta. Jika sebagian besar wisatawan datang untuk menikmati panorama alam atau mengunjungi candi-candi bersejarah, Kampoeng Sedjarah Kelor mengajak pengunjung menelusuri kisah perjuangan rakyat Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan melalui pendekatan edukatif yang berpadu dengan suasana pedesaan yang asri.

Nama Kampoeng Sedjarah Kelor bukan sekadar identitas sebuah desa wisata. Kawasan ini dibangun dengan semangat untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi di Dusun Kelor, terutama pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948–1949. Wilayah ini pernah menjadi salah satu lokasi yang berkaitan dengan perjuangan para pejuang republik ketika Yogyakarta masih menjadi ibu kota negara. Berbagai jejak sejarah yang tersisa kemudian dirawat dan dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga wisatawan yang memiliki minat terhadap sejarah Indonesia.

Keunikan Kampoeng Sedjarah Kelor terletak pada konsepnya yang memadukan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan masyarakat. Alih-alih membangun museum modern yang terpisah dari kehidupan warga, masyarakat Dusun Kelor justru menjadikan lingkungan tempat tinggal mereka sebagai ruang belajar sejarah yang hidup. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi benda bersejarah, tetapi juga dapat merasakan langsung atmosfer pedesaan yang menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Lokasinya yang berada di kawasan wisata lereng Merapi juga memberikan daya tarik tersendiri. Udara yang sejuk, hamparan kebun salak, serta panorama pegunungan menjadikan perjalanan menuju Kampoeng Sedjarah Kelor terasa menyenangkan. Destinasi ini menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Yogyakarta di luar kawasan Malioboro, Keraton, atau Candi Prambanan.

Menjaga Memori Perjuangan Melalui Wisata Edukasi

Dusun Kelor memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setelah Belanda melancarkan Agresi Militer II pada Desember 1948 dan menduduki Yogyakarta, berbagai wilayah di sekitar ibu kota republik menjadi tempat berlangsungnya aktivitas gerilya. Kondisi geografis di lereng Merapi yang berbukit dan dipenuhi vegetasi memberikan keuntungan strategis bagi para pejuang untuk bergerak secara tersembunyi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:36 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua