Namanya Amorphophallus titanum, atau yang lebih dikenal sebagai bunga bangkai raksasa. Julukan tersebut muncul bukan tanpa alasan. Saat mekar, bunganya mengeluarkan aroma menyengat menyerupai bangkai yang membusuk, sebuah strategi alami untuk menarik serangga penyerbuk.
Fenomena mekarnya bunga ini selalu menjadi peristiwa langka. Kebun raya di berbagai belahan dunia bahkan mengumumkan jadwal mekarnya kepada publik karena hanya berlangsung beberapa hari. Ribuan orang rela mengantre demi menyaksikan langsung bunga yang bisa mencapai tinggi lebih dari tiga meter tersebut.
Namun, di balik popularitasnya, Amorphophallus titanum menghadapi ancaman serius. Habitat alaminya terus menyusut akibat pembukaan hutan, sehingga keberadaan bunga endemik Sumatra ini semakin rentan. Jika tidak dijaga dengan baik, generasi mendatang mungkin hanya akan mengenalnya melalui foto dan koleksi kebun raya.
Raksasa Beraroma Bangkai yang Menjadi Keajaiban Dunia Botani
Amorphophallus titanum merupakan tanaman endemik Pulau Sumatra. Habitat alaminya berada di hutan hujan tropis dataran rendah hingga perbukitan, terutama di wilayah Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, dan sebagian Lampung. Tanaman ini pertama kali diperkenalkan kepada dunia ilmiah oleh ahli botani asal Italia, Odoardo Beccari, pada tahun 1878 ketika melakukan eksplorasi di Sumatra.
Meski sering disebut bunga terbesar di dunia, sebenarnya yang terlihat sebagai "bunga" adalah perbungaan atau inflorescence. Struktur tersebut terdiri atas spadix, yaitu tongkol raksasa yang menjulang di bagian tengah, dan spathe, seludang berwarna hijau di bagian luar serta merah keunguan di bagian dalam yang membungkus tongkol tersebut. Kombinasi keduanya menciptakan tampilan dramatis yang membuat siapa pun terpukau.
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB