Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jambi
»
Aneka Flora


Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Foto: Bunga langka ini mengeluarkan bau busuk seperti daging bangkai untuk menarik serangga penyerbuk dan hanya mekar selama beberapa hari
Warta Konsumen Indonesia
Penulis: Aida Chaerani

Tinggi perbungaan Amorphophallus titanum dapat melampaui tiga meter, bahkan beberapa individu yang dibudidayakan pernah mencapai lebih dari 3,5 meter. Berat umbinya pun luar biasa, dapat mencapai lebih dari 100 kilogram. Umbi inilah yang menjadi pusat kehidupan tanaman, menyimpan cadangan makanan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menghasilkan bunga.

Siklus hidup tanaman ini sangat unik. Setelah berbunga, perbungaan akan layu hanya dalam waktu dua hingga tiga hari. Selanjutnya tanaman memasuki fase vegetatif dengan menghasilkan satu helai daun raksasa yang menyerupai pohon kecil. Batang daunnya bercorak hijau dan putih, sementara helaian daun bercabang menjadi ribuan anak daun yang membentuk tajuk menyerupai payung. Dalam fase ini, tanaman melakukan fotosintesis selama beberapa tahun untuk mengumpulkan energi di dalam umbi.

Tidak setiap tahun bunga bangkai raksasa mekar. Tanaman membutuhkan waktu antara tujuh hingga sepuluh tahun, bahkan lebih lama, untuk mengumpulkan cadangan energi yang cukup sebelum menghasilkan bunga berikutnya. Itulah sebabnya setiap peristiwa mekarnya Amorphophallus titanum selalu dianggap istimewa.

Salah satu karakteristik paling terkenal dari bunga ini adalah aromanya yang sangat menyengat. Saat mencapai puncak kemekaran, bunga akan menghasilkan bau menyerupai bangkai atau daging busuk. Aroma tersebut berasal dari senyawa sulfur dan berbagai senyawa organik volatil lainnya yang diproduksi dalam jumlah besar. Tujuannya bukan untuk mengusir, melainkan menarik lalat bangkai, kumbang pemakan bangkai, dan berbagai serangga lain yang menjadi penyerbuk alami.

Yang lebih mengagumkan, bunga ini juga mampu menghasilkan panas. Fenomena yang dikenal sebagai termogenesis ini membuat suhu bagian tongkol meningkat beberapa derajat dibandingkan udara di sekitarnya. Panas membantu menyebarkan aroma lebih jauh sekaligus memberikan sinyal tambahan kepada serangga bahwa terdapat sumber makanan atau bangkai yang layak didatangi.

Keunikan inilah yang membuat Amorphophallus titanum menjadi salah satu tanaman paling terkenal di dunia. Berbagai kebun raya internasional seperti di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia, hingga Jepang berlomba-lomba membudidayakannya. Setiap kali bunga mekar, pengunjung memadati lokasi hanya untuk menyaksikan fenomena yang berlangsung singkat tersebut.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Berita Lainnya

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:36 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua