Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
DI Yogyakarta
»
Desa Wisata


Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Foto: Sebutan Blue Lagoon muncul karena kejernihan airnya yang memantulkan warna kebiruan, terutama ketika cuaca cerah dan sinar matahari menyinari dasar kolam.
Warta Konsumen Indonesia

Sleman, Indonesianer.com -- Blue Lagoon Tirta Budi adalah objek wisata pemandian air alami yang terletak di Dusun Dalem, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolam pemandian ini dikenal dengan airnya yang jernih bersumber dari mata air alami, dikelola menjadi kawasan Desa Wisata Blue Lagoon Tirta Budi dengan memadukan ekowisata dan pelestarian budaya.

Di tengah pesatnya perkembangan destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, masih terdapat sejumlah tempat yang mempertahankan pesona alamnya secara sederhana. Salah satunya adalah Blue Lagoon Tirta Budi, sebuah pemandian alami yang berada di Kabupaten Sleman. Berbeda dengan kolam renang buatan atau taman rekreasi modern, Blue Lagoon menawarkan pengalaman menikmati mata air yang mengalir langsung dari sumbernya. Airnya yang jernih, suasana pedesaan yang tenang, serta rindangnya pepohonan membuat tempat ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Blue Lagoon Tirta Budi terletak di Padukuhan Dalem, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Lokasinya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 hingga 40 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor, tergantung kondisi lalu lintas. Akses menuju lokasi juga relatif mudah karena dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Nama Blue Lagoon bukanlah nama resmi mata air tersebut sejak dahulu. Sebutan itu muncul karena kejernihan airnya yang memantulkan warna kebiruan, terutama ketika cuaca cerah dan sinar matahari menyinari dasar kolam. Warna tersebut mengingatkan banyak pengunjung pada laguna-laguna tropis, sehingga nama Blue Lagoon kemudian lebih dikenal dibandingkan nama lokalnya, Tirta Budi.

Meski kini menjadi destinasi wisata yang cukup populer, kawasan ini pada awalnya merupakan mata air yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Airnya digunakan untuk mengairi sawah, mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena debit airnya relatif stabil dan kualitasnya tetap terjaga, masyarakat kemudian berinisiatif mengelolanya sebagai objek wisata berbasis masyarakat tanpa menghilangkan fungsi ekologis mata air tersebut.

Kesan alami masih sangat terasa begitu memasuki kawasan Blue Lagoon. Tidak ditemukan bangunan-bangunan besar yang mendominasi pemandangan. Sebaliknya, pepohonan yang tumbuh di sekitar mata air menjadi peneduh alami, sementara suara gemericik air dan kicauan burung menghadirkan suasana yang menenangkan. Lingkungan seperti inilah yang menjadi daya tarik utama Blue Lagoon dibandingkan destinasi wisata air lainnya.

Air yang mengisi kolam berasal langsung dari sumber mata air yang muncul dari dalam tanah. Karena terus mengalir, air di kolam tetap jernih sepanjang waktu. Dasar kolam yang berupa batuan alami masih terlihat jelas dari permukaan, bahkan ketika kedalaman kolam mencapai beberapa meter. Sensasi berenang di air yang segar dengan kondisi lingkungan yang masih alami menjadi pengalaman yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Berita Lainnya

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:36 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua