Benteng Amsterdam merupakan salah satu situs sejarah kolonial yang berada di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Lokasinya berada di pesisir utara Pulau Ambon dan menghadap langsung ke Laut Seram, menjadikannya titik strategis dalam jalur perdagangan rempah-rempah pada masa kolonial.
Bangunan benteng ini menjadi bagian penting dari jaringan pertahanan dan pengawasan perdagangan cengkeh yang dibangun Belanda di Maluku. Selain sebagai benteng pertahanan, Benteng Amsterdam juga pernah menjadi pusat aktivitas dagang dan administrasi VOC di wilayah Leihitu.
Sejarah Pendirian Benteng Amsterdam
Sebelum menjadi Benteng Amsterdam, kawasan Hila terlebih dahulu digunakan Portugis sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Katolik pada abad ke-16. Portugis membangun loji atau pos dagang di wilayah tersebut karena Leihitu dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cengkeh berkualitas tinggi.
Namun, setelah Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC berhasil menguasai Ambon pada awal abad ke-17, kekuasaan Portugis di Hila mulai melemah. Belanda kemudian mengambil alih bangunan Portugis dan memperkuatnya menjadi benteng pertahanan.
Benteng Amsterdam mulai dibangun VOC sekitar tahun 1637 di atas bekas loji Portugis. Nama Amsterdam diambil dari nama kota penting di Belanda yang menjadi pusat perdagangan VOC pada masa itu.
Taman Nasional Gunung Leuser, Benteng Terakhir Kehidupan Liar di Jantung Sumatra
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:32 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:58 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:41 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:39 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:35 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:30 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:18 WIB
Peristiwa
06 Agu 2025, 0:19 WIB
Inspirasi
01 Agu 2025, 19:21 WIB
Ekonomi
30 Jul 2025, 19:47 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 19:16 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:53 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:25 WIB