Pembangunan benteng ini berkaitan erat dengan upaya VOC memperkuat monopoli perdagangan cengkeh di Maluku. Belanda ingin memastikan bahwa seluruh hasil rempah-rempah dari wilayah Leihitu hanya diperdagangkan melalui VOC.
Selain untuk kepentingan ekonomi, benteng tersebut juga digunakan untuk mengawasi pergerakan masyarakat lokal dan mencegah perdagangan rempah-rempah dengan pihak asing di luar kontrol Belanda.
Dalam sejarah Maluku, Leihitu dikenal sebagai wilayah yang cukup kuat melakukan perlawanan terhadap kolonialisme. Karena itu, keberadaan Benteng Amsterdam memiliki fungsi strategis sebagai pusat pertahanan VOC di pesisir utara Ambon.
Hubungan dengan Tokoh Sejarah Dunia
Benteng Amsterdam memiliki hubungan historis dengan naturalis terkenal asal Jerman, Georg Eberhard Rumphius. Ilmuwan yang dikenal sebagai ahli botani dan peneliti flora Maluku itu pernah tinggal dan bekerja di kawasan benteng pada abad ke-17.
Rumphius melakukan berbagai penelitian mengenai tanaman rempah-rempah dan kekayaan alam Maluku saat berada di Ambon. Hasil penelitiannya kemudian dikenal luas melalui karya monumental berjudul *Herbarium Amboinense*.
Mengenal Tradisi Pemamanen Adat Khas Suku Alas, Ketika Paman Menjadi Tamu Kehormatan
21 Sep 2026, 20:14 WIB
Tradisi 13 Jul 2026, 12:55 WIB
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB