Pembangunan benteng ini berkaitan erat dengan upaya VOC memperkuat monopoli perdagangan cengkeh di Maluku. Belanda ingin memastikan bahwa seluruh hasil rempah-rempah dari wilayah Leihitu hanya diperdagangkan melalui VOC.
Selain untuk kepentingan ekonomi, benteng tersebut juga digunakan untuk mengawasi pergerakan masyarakat lokal dan mencegah perdagangan rempah-rempah dengan pihak asing di luar kontrol Belanda.
Dalam sejarah Maluku, Leihitu dikenal sebagai wilayah yang cukup kuat melakukan perlawanan terhadap kolonialisme. Karena itu, keberadaan Benteng Amsterdam memiliki fungsi strategis sebagai pusat pertahanan VOC di pesisir utara Ambon.
Hubungan dengan Tokoh Sejarah Dunia
Benteng Amsterdam memiliki hubungan historis dengan naturalis terkenal asal Jerman, Georg Eberhard Rumphius. Ilmuwan yang dikenal sebagai ahli botani dan peneliti flora Maluku itu pernah tinggal dan bekerja di kawasan benteng pada abad ke-17.
Rumphius melakukan berbagai penelitian mengenai tanaman rempah-rempah dan kekayaan alam Maluku saat berada di Ambon. Hasil penelitiannya kemudian dikenal luas melalui karya monumental berjudul *Herbarium Amboinense*.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB