Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Sulawesi Selatan
»
Peristiwa


Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Foto: Keunikan Danau Matano menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium alam yang selama puluhan tahun menarik perhatian para peneliti dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari geologi, limnologi, hingga biologi evolusi.
Warta Konsumen Indonesia
Penulis: Joko Yuwono

Luwu Timur, Indonesianer.com -- Kawasan Geopark Matano di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, semakin dekat menuju pengakuan sebagai Warisan Geologi Nasional. Pemerintah daerah saat ini menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) penetapan dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang menjadi salah satu syarat utama dalam proses pengusulan kawasan tersebut sebagai Geopark Nasional.

Perkembangan ini menjadi kabar penting bagi upaya pelestarian salah satu kawasan geologi paling unik di Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata berbasis konservasi.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyampaikan bahwa seluruh tahapan utama menuju penetapan geoheritage telah dijalankan sesuai prosedur. Saat ini, proses memasuki tahap akhir dengan menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. Jika SK tersebut diterbitkan sesuai harapan, Geopark Matano akan memperoleh status Warisan Geologi Nasional, yang menjadi fondasi penting sebelum diajukan sebagai Geopark Nasional.

Status Warisan Geologi Nasional bukan sekadar bentuk pengakuan administratif. Penetapan tersebut merupakan pengakuan bahwa suatu kawasan memiliki nilai geologi yang luar biasa dan layak dilindungi karena menyimpan rekaman penting sejarah pembentukan bumi. Dengan status itu, kawasan akan memperoleh dasar yang lebih kuat untuk pengelolaan konservasi, penelitian ilmiah, pendidikan, dan pengembangan geowisata secara berkelanjutan.

Bagi Geopark Matano, momentum ini menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memperkenalkan kekayaan geologi Sulawesi Selatan kepada tingkat nasional. Selama ini kawasan Danau Matano lebih dikenal sebagai destinasi wisata alam dengan panorama yang indah. Namun di balik keindahan tersebut, tersimpan nilai ilmiah yang sangat tinggi karena kawasan ini merupakan bagian dari Sistem Danau Malili, salah satu sistem danau tektonik purba terpenting di dunia.

Danau Matano sendiri merupakan danau terdalam di Indonesia dengan kedalaman sekitar 590 meter. Danau ini terbentuk akibat aktivitas tektonik jutaan tahun lalu dan menjadi bagian dari bentang alam yang merekam sejarah geologi Pulau Sulawesi. Keunikan tersebut menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium alam yang selama puluhan tahun menarik perhatian para peneliti dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari geologi, limnologi, hingga biologi evolusi.

Dalam konsep geopark, nilai utama sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan batuan atau bentang alam yang unik, tetapi juga keterkaitan antara warisan geologi dengan keanekaragaman hayati serta budaya masyarakat setempat. Karena itulah pengembangan Geopark Matano tidak hanya berorientasi pada pelestarian geosite, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua