Benteng Nieuw Victoria berdiri di pusat Kota Ambon dan hingga kini masih menjadi salah satu simbol sejarah penting di Provinsi Maluku. Benteng ini memiliki peran besar dalam perjalanan kolonialisme Eropa di Indonesia timur, terutama dalam perebutan dan penguasaan perdagangan cengkeh pada abad ke-16 hingga abad ke-19.
Lokasinya yang berada di pesisir Teluk Ambon membuat benteng tersebut sangat strategis sebagai pusat pengawasan pelayaran dan aktivitas perdagangan di kawasan Maluku. Dari benteng inilah bangsa Eropa mengendalikan jalur rempah-rempah yang pada masa itu menjadi komoditas paling berharga di dunia.
Sejarah Pendirian Benteng Nieuw Victoria
Benteng Nieuw Victoria pertama kali dibangun oleh Portugis pada tahun 1575 setelah mereka terusir dari Ternate oleh Sultan Baabullah. Portugis kemudian memindahkan pusat kekuatan mereka ke Ambon dan membangun benteng pertahanan baru di kawasan pesisir.
Pada awal pembangunannya, benteng tersebut dikenal dengan nama Nossa Senhora da Anunciada. Portugis menjadikan benteng ini sebagai pusat pertahanan sekaligus markas perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Kedatangan Portugis ke Maluku pada abad ke-16 dilatarbelakangi ambisi menguasai perdagangan rempah-rempah, terutama cengkeh yang sangat diminati pasar Eropa. Maluku yang menjadi penghasil utama cengkeh kemudian berkembang menjadi wilayah persaingan antarbangsa kolonial.
Taman Nasional Gunung Leuser, Benteng Terakhir Kehidupan Liar di Jantung Sumatra
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:32 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:58 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:41 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:39 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:35 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:30 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:18 WIB
Peristiwa
06 Agu 2025, 0:19 WIB
Inspirasi
01 Agu 2025, 19:21 WIB
Ekonomi
30 Jul 2025, 19:47 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 19:16 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:53 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:25 WIB