Benteng Duurstede merupakan bangunan pertahanan kolonial yang berdiri di pesisir Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Lokasinya menghadap langsung ke Laut Banda dan sejak dahulu memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan rempah-rempah di kawasan timur Nusantara.
Bagi masyarakat Maluku, Benteng Duurstede bukan sekadar bangunan tua peninggalan kolonial, tetapi juga bagian penting dari memori perjuangan rakyat melawan penjajahan. Benteng ini sangat lekat dengan sejarah Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy, tokoh perlawanan legendaris dari Maluku.
Sejarah Pendirian Benteng Duurstede
Benteng Duurstede pertama kali dibangun oleh Portugis pada abad ke-17 sebagai pusat pertahanan dan pengawasan perdagangan rempah-rempah di wilayah Saparua. Pada masa itu, Maluku menjadi wilayah yang sangat diperebutkan bangsa-bangsa Eropa karena kekayaan cengkeh dan pala.
Seiring perubahan kekuasaan kolonial, benteng tersebut kemudian dikuasai Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC. Belanda lalu memperkuat dan merenovasi benteng menjadi pusat pertahanan kolonial di Pulau Saparua.
Nama “Duurstede” berasal dari bahasa Belanda yang berarti “kota yang bertahan” atau “tempat pertahanan kuat.” Nama tersebut mencerminkan fungsi utama benteng sebagai basis militer untuk menjaga dominasi perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Taman Nasional Gunung Leuser, Benteng Terakhir Kehidupan Liar di Jantung Sumatra
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:32 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:58 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:41 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:39 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:35 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:30 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:18 WIB
Peristiwa
06 Agu 2025, 0:19 WIB
Inspirasi
01 Agu 2025, 19:21 WIB
Ekonomi
30 Jul 2025, 19:47 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 19:16 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:53 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:25 WIB