VOC menjadikan benteng ini sebagai pusat administrasi dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat lokal. Dari benteng tersebut, Belanda mengontrol distribusi rempah-rempah sekaligus mengawasi potensi perlawanan rakyat.
Letak Benteng Duurstede yang berada di tepi laut membuatnya mudah digunakan untuk mengawasi kapal-kapal yang melintas di perairan Maluku. Benteng ini juga dilengkapi meriam dan pasukan kolonial untuk mempertahankan wilayah dari ancaman luar.
Benteng Duurstede dan Perlawanan Pattimura
Benteng Duurstede mencapai titik penting dalam sejarah Indonesia ketika menjadi lokasi pertempuran rakyat Maluku melawan Belanda pada tahun 1817.
Perlawanan tersebut dipimpin oleh Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy, seorang tokoh asal Saparua yang menentang kebijakan kolonial Belanda setelah kembalinya kekuasaan Belanda dari tangan Inggris.
Masyarakat Maluku saat itu merasa tertindas oleh berbagai kebijakan kolonial, termasuk monopoli perdagangan dan kerja paksa. Ketidakpuasan tersebut memicu gerakan perlawanan besar yang dipimpin Pattimura bersama para pejuang lokal.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB