VOC menjadikan benteng ini sebagai pusat administrasi dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat lokal. Dari benteng tersebut, Belanda mengontrol distribusi rempah-rempah sekaligus mengawasi potensi perlawanan rakyat.
Letak Benteng Duurstede yang berada di tepi laut membuatnya mudah digunakan untuk mengawasi kapal-kapal yang melintas di perairan Maluku. Benteng ini juga dilengkapi meriam dan pasukan kolonial untuk mempertahankan wilayah dari ancaman luar.
Benteng Duurstede dan Perlawanan Pattimura
Benteng Duurstede mencapai titik penting dalam sejarah Indonesia ketika menjadi lokasi pertempuran rakyat Maluku melawan Belanda pada tahun 1817.
Perlawanan tersebut dipimpin oleh Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy, seorang tokoh asal Saparua yang menentang kebijakan kolonial Belanda setelah kembalinya kekuasaan Belanda dari tangan Inggris.
Masyarakat Maluku saat itu merasa tertindas oleh berbagai kebijakan kolonial, termasuk monopoli perdagangan dan kerja paksa. Ketidakpuasan tersebut memicu gerakan perlawanan besar yang dipimpin Pattimura bersama para pejuang lokal.
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB