Jika banyak sejarah perjuangan nasional berpusat di Jawa atau Sumatera, maka peristiwa Pattimura di Saparua menunjukkan bahwa semangat perlawanan terhadap penjajah juga tumbuh kuat di Maluku.
Sejarawan melihat Benteng Duurstede bukan hanya sebagai bangunan kolonial, tetapi juga ruang historis tempat terjadinya benturan antara kekuasaan kolonial dan perjuangan rakyat lokal.
Perlawanan Pattimura sering dipandang sebagai bentuk protes terhadap eksploitasi ekonomi dan penindasan kolonial. Konflik tersebut memperlihatkan bagaimana monopoli perdagangan rempah-rempah memicu ketegangan sosial di Maluku.
Historiografi Benteng Duurstede juga menempatkan Maluku sebagai wilayah penting dalam sejarah global perdagangan rempah-rempah. Sejak abad ke-16, kawasan ini menjadi pusat perhatian bangsa Eropa karena menghasilkan komoditas bernilai tinggi.
Selain itu, benteng ini menunjukkan bagaimana VOC dan pemerintah kolonial Belanda membangun jaringan pertahanan untuk mempertahankan dominasi ekonomi di Nusantara.
Kini, Benteng Duurstede tidak hanya dikenang sebagai situs kolonial, tetapi juga sebagai monumen perjuangan rakyat Maluku yang mempertahankan harga diri dan kebebasan mereka.
Taman Nasional Gunung Leuser, Benteng Terakhir Kehidupan Liar di Jantung Sumatra
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:32 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:58 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:41 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:39 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:35 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:30 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:18 WIB
Peristiwa
06 Agu 2025, 0:19 WIB
Inspirasi
01 Agu 2025, 19:21 WIB
Ekonomi
30 Jul 2025, 19:47 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 19:16 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:53 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:25 WIB