Pada awal abad ke-17, Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC berhasil merebut Ambon dari tangan Portugis. Setelah menguasai benteng tersebut, Belanda melakukan renovasi besar dan mengganti namanya menjadi Fort Nieuw Victoria atau Benteng Nieuw Victoria.
Di bawah kekuasaan VOC, benteng ini berkembang menjadi pusat administrasi kolonial Belanda di Maluku. Dari sinilah Belanda mengendalikan perdagangan rempah-rempah dan menjalankan kebijakan monopoli ekonomi terhadap masyarakat lokal.
Benteng Nieuw Victoria juga menjadi salah satu markas militer terkuat Belanda di kawasan timur Nusantara. Keberadaannya sangat penting dalam mempertahankan dominasi VOC atas perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Peran Strategis dalam Perdagangan Rempah
Pada masa kolonial, Ambon dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan cengkeh terbesar di dunia. Karena itu, Benteng Nieuw Victoria memiliki fungsi strategis dalam menjaga jalur perdagangan dan kepentingan ekonomi VOC.
Belanda menggunakan benteng ini sebagai pusat pengawasan terhadap produksi dan distribusi rempah-rempah. VOC menerapkan monopoli ketat terhadap perdagangan cengkeh agar harga komoditas tersebut tetap tinggi di pasar Eropa.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB