Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Flora
»
Detail Berita


Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Foto: Bunga ini mekar sangat singkat, biasanya sekitar pukul 9 atau 10 malam, mekar sempurna tengah malam, dan mulai layu saat matahari terbit. Mekarnya yang singkat ini membuatnya mendapat julukan Queen of the Night atau Ratu Malam
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Yogyakarta, Indonesianer.com -- Bunga Wijaya Kusuma (atau Epiphyllum oxypetalum / Disocactus anguliger) adalah tanaman hias unik berjenis kaktus yang berasal dari daerah tropis seperti Amerika Selatan, dan populer di Indonesia karena kebiasaannya yang hanya mekar di malam hari. Bunganya yang berwarna putih dan harum sering dikaitkan dengan legenda dan mitos.

Di antara ribuan jenis bunga yang tumbuh di Indonesia, Wijaya Kusuma memiliki tempat yang begitu istimewa. Bunga ini bukan hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kisah-kisah yang menyertainya selama berabad-abad. Mekar hanya pada malam hari dan layu sebelum matahari terbit, Wijaya Kusuma seolah mengajarkan bahwa keindahan terbesar terkadang hadir dalam waktu yang sangat singkat.

Tak heran jika bunga ini sering menjadi simbol keberuntungan, kejayaan, hingga kemakmuran dalam berbagai tradisi masyarakat Nusantara. Banyak orang rela menunggu hingga larut malam hanya untuk menyaksikan momen langka ketika kelopaknya perlahan membuka. Fenomena tersebut menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi pencinta tanaman hias maupun wisatawan yang tertarik pada kekayaan flora Indonesia.

Meski sering dianggap sebagai tanaman asli Indonesia, Wijaya Kusuma sebenarnya memiliki sejarah penyebaran yang panjang di kawasan tropis Amerika sebelum akhirnya dikenal luas di Asia Tenggara. Namun, di Indonesia bunga ini berkembang bukan sekadar sebagai tanaman hias, melainkan telah menjadi bagian dari budaya, legenda, hingga simbol spiritual.

Keindahan yang Hadir Hanya Semalam

Wijaya Kusuma merupakan tanaman kaktus epifit yang termasuk dalam genus Epiphyllum. Berbeda dengan bayangan banyak orang mengenai kaktus yang berduri dan hidup di gurun pasir, tanaman ini justru tumbuh subur di daerah lembap. Batangnya pipih menyerupai daun, berwarna hijau segar, serta mampu menyimpan air sebagaimana tanaman sukulen lainnya.

Daya tarik utama Wijaya Kusuma tentu terletak pada bunganya. Ukurannya cukup besar dengan diameter yang bisa mencapai belasan sentimeter. Mahkota bunganya berwarna putih bersih berpadu dengan bagian luar yang kekuningan hingga kehijauan. Di bagian tengah tampak benang sari berwarna kuning yang semakin mempercantik tampilannya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

Baca Juga

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Berita Lainnya

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua