Yang membuat bunga ini begitu terkenal adalah waktu mekarnya. Kuncup yang sebelumnya tertutup rapat mulai membuka ketika matahari terbenam. Proses ini berlangsung perlahan selama beberapa jam hingga mencapai puncak keindahan sekitar tengah malam. Setelah itu, bunga akan mulai layu menjelang pagi dan biasanya sudah menutup kembali ketika matahari bersinar.
Peristiwa mekar yang berlangsung singkat tersebut sering disebut sebagai "one night blooming". Karena tidak berlangsung lama, banyak orang sengaja begadang demi menyaksikan momen langka itu. Bahkan di beberapa daerah, mekarnya Wijaya Kusuma sering dijadikan acara kecil bersama keluarga atau komunitas pecinta tanaman.
Selain cantik dipandang, bunga Wijaya Kusuma juga mengeluarkan aroma harum yang lembut. Wanginya semakin kuat pada malam hari sebagai cara alami untuk menarik perhatian serangga penyerbuk, terutama ngengat yang aktif pada malam hari. Mekanisme ini menjadi salah satu bentuk adaptasi unik yang dimiliki tanaman tersebut.
Tanaman ini termasuk mudah dirawat apabila kebutuhan lingkungannya terpenuhi. Wijaya Kusuma menyukai tempat yang teduh dengan sinar matahari tidak langsung. Media tanam harus memiliki drainase yang baik agar akar tidak mudah membusuk akibat genangan air. Penyiraman dilakukan secukupnya, terutama ketika media mulai mengering.
Perbanyakan tanaman juga tergolong sederhana. Batang yang sehat dapat dipotong kemudian dikeringkan selama beberapa hari sebelum ditanam kembali. Dalam beberapa minggu biasanya akan muncul akar baru yang menandakan tanaman siap tumbuh menjadi individu baru.
Meski demikian, tidak semua Wijaya Kusuma akan berbunga setiap tahun. Tanaman memerlukan kondisi tertentu agar mau menghasilkan kuncup. Faktor usia tanaman, intensitas cahaya, kelembapan udara, serta nutrisi sangat memengaruhi proses pembungaan. Oleh karena itu, keberhasilan membuat Wijaya Kusuma berbunga sering dianggap sebagai prestasi tersendiri oleh para penghobi tanaman.
Mengenal Tradisi Pemamanen Adat Khas Suku Alas, Ketika Paman Menjadi Tamu Kehormatan
21 Sep 2026, 20:14 WIB
Tradisi 13 Jul 2026, 12:55 WIB
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB