Terletak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kawasan ini diresmikan pada 14 November 2016 oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
KEK Kendal dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan sektor industri, logistik, dan infrastruktur pelabuhan dalam satu kesatuan yang sinergis.
Dengan luas area mencapai 2.700 hektar, KEK Kendal menjadi kawasan industri terbesar di Provinsi Jawa Tengah dan termasuk salah satu kawasan industri paling kompetitif di Indonesia.
Keberadaan KEK Kendal tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan sektor-sektor strategis.
Pendirian KEK Kendal dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi arus investasi dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan serta keberlanjutan.
Sejumlah kemudahan untuk mendorong masuknya investasi diberikan antara lain pemberian fasilitas fiskal dalam bentuk insentif perpajakan seperti tax holiday dan tax allowance, serta kemudahan bea masuk barang modal dan penangguhan bea masuk bahan baku.
Sedangkan fasilitas non-fiskal berupa pelayanan perizinan satu pintu melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan fasilitas KLIK (Kawasan Industri Layanan Izin Konstruksi) semakin mempermudah proses masuknya investasi dan pembangunan di kawasan ini.
Fasilitas lain yang diberikan berupa infrastruktur dasar seperti listrik, air, gas, internet, dan telah direncanakan pembangunan pelabuhan laut dalam dengan panjang dermaga 6.200 meter dan kedalaman hingga -16 meter LWS dan diharapkan mampu melayani kapal berukuran besar hingga 100.000 DWT.
Nantinya pelabuhan ini akan terhubung langsung dengan jaringan jalan tol dan rel kereta api ganda, memudahkan distribusi barang ke berbagai wilayah domestik dan internasional.
Selain fasilitas tersebut, KEK Kendal juga menyediakan utilitas berupa sistem pengelolaan limbah terpadu yang ramah lingkungan.
Fokus utama KEK Kendal adalah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berorientasi industri berteknologi tinggi, mendukung ekspor, substitusi impor, dan adopsi Industri 4.0.
KEK Kendal dirancang untuk mendukung berbagai sektor industri strategis yang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar melalui berbagai fasilitas dan kemudahan investasi.
Sektor industri utama di KEK Kendal meliputi industri tekstil dan garmen, makanan dan minuman, serta energi terbarukan seperti baterai untuk kendaraan listrik dan panel surya. Sektor lainnya adalah industri elektronik, otomotif, logistik, konstruksi, dan teknologi informasi.
Diversifikasi sektor ini tidak hanya meningkatkan daya saing KEK Kendal di pasar global, tetapi juga menciptakan ekosistem industri yang saling mendukung dan berkelanjutan.
Sejak beroperasi secara penuh pada tahun 2016, KEK Kendal telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal dan nasional.
Hingga pertengahan 2025, kawasan ini telah menyerap sekitar 52.000 tenaga kerja dari berbagai sektor industri, dengan proyeksi keseluruhan dalam hal penyerapan tenaga kerja akan mencapai 500.000 orang pada tahun 2030.
Dalam hal pemberdayaan masyarakat, KEK Kendal turut berperan serta melalui sejumlah program pelatihan, keterampilan, peningkatan kapasitas UMKM, serta pengembangan infrastruktur sosial seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan. (*)
KEK Singhasari Fokus Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital dan Kultural
10 Okt 2025, 8:58 WIB
KEK Batam Aero Technic Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Aviasi di Asia Tenggara
10 Okt 2025, 8:41 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:30 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:18 WIB
Peristiwa
06 Agu 2025, 0:19 WIB
Inspirasi
01 Agu 2025, 19:21 WIB
Ekonomi
30 Jul 2025, 19:47 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 19:16 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:53 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:25 WIB
Inspirasi
19 Jul 2025, 8:58 WIB
Hotel
16 Jul 2025, 2:57 WIB
Hotel
16 Jul 2025, 2:44 WIB
Hotel
16 Jul 2025, 1:39 WIB
Hotel
16 Jul 2025, 1:14 WIB
Hotel
16 Jul 2025, 0:43 WIB
Hotel
16 Jul 2025, 0:27 WIB
Hotel
15 Jul 2025, 14:20 WIB
Hotel
15 Jul 2025, 11:42 WIB
Hotel
14 Jul 2025, 1:02 WIB
Hotel
13 Jul 2025, 23:58 WIB
Ekonomi
13 Jul 2025, 23:50 WIB