Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Ekonomi
»
Detail Berita


KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam Miliki Fasilitas Medis Setara Singapura dan Malaysia

Foto: KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam memiliki fasilitas medis setara Singapura dan Malaysia
Pemasangan Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Batam, Indonesianer.com — Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam merupakan langkah strategis Indonesia dalam mengembangkan sektor pariwisata dan kesehatan secara terpadu.

Terletak di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, KEK ini diharapkan menjadi destinasi wisata medis kelas dunia yang mampu menarik wisatawan medis internasional.

KEK ini dibentuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2024, yang ditetapkan pada 7 Oktober 2024. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan medis di Indonesia, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan di luar negeri, dan memanfaatkan potensi Batam sebagai pintu gerbang internasional yang strategis.

KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam memiliki luas total 47,17 hektare yang terbagi menjadi dua kawasan utama, yaitu Sekupang (23,10 hektar) dengan fokus pada pengembangan wisata kesehatan terpadu, termasuk rumah sakit internasional, fasilitas medis, dan pusat rehabilitasi, dan Nongsa (24,07 hektar) yang dikhususkan untuk pengembangan pariwisata, seperti resort, hotel, dan fasilitas rekreasi yang mendukung wisata medis.

KEK ini dirancang dengan infrastruktur modern dan fasilitas kelas dunia, antara lain Rumah Sakit Internasional bekerja sama dengan Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India, rumah sakit ini akan menyediakan layanan medis canggih seperti onkologi, kardiologi, neurologi, dan bedah robotic.

Selain itu, ada juga Pusat Rehabilitasi dan Kesehatan dengan fasilitas untuk pemulihan paska operasi dan perawatan jangka panjang. Akomodasi dan resort dirancang untuk kenyamanan pasien dan keluarga.

Terdapat juga Pusat Konvensi yang dikhususkan untuk event seminar, konferensi, dan pameran, yang mendukung kegiatan non medis dan pariwisata.

KEK ini menargetkan wisatawan medis dari luar negeri, khususnya dari Singapura dan Malaysia, yang sebelumnya menjadi tujuan utama bagi pasien Indonesia.

Dengan kualitas layanan yang setara dengan rumah sakit internasional dan biaya yang lebih kompetitif, KEK ini diharapkan dapat merebut pangsa pasar tersebut.

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Batam dan Indonesia, terutama pendapatan daerah melalui pajak dan kontribusi ekonomi dari pariwisata dan kesehatan, serta transfer teknologi dan pengetahuan dari kolaborasi dengan institusi medis internasional.

Target investasi mencapai sekitar Rp 6,91 triliun hingga tahun 2032. Dipoyeksikan akan menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja selama 10 tahun ke depan.

Dengan dukungan infrastruktur yang kuat, fasilitas medis berkualitas tinggi, dan lokasi strategis, Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam memiliki prospek cerah untuk menjadi pusat wisata medis terkemuka di wilayah Asia Tenggara. Keberhasilan pengembangan kawasan ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan KEK serupa di daerah lain di Indonesia.

Pengembangan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam merupakan inisiatif strategis yang mengintegrasikan sektor pariwisata dan kesehatan untuk menciptakan destinasi wisata medis kelas dunia.

Dengan dukungan dari pemerintah, kolaborasi dengan institusi medis internasional, dan pengembangan infrastruktur yang memadai, KEK ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Batam dan Indonesia secara keseluruhan.

Dengan demikian, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi juga merupakan langkah penting dalam transformasi sektor pariwisata dan kesehatan Indonesia menuju standar internasional. (*)

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Prospek Lulusan dan Dunia Kerja, Menyiapkan Karier Mahasiswa di Era Kompetitif

Edukasi

Tips Memilih Program Studi Terbaik 2026, Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa

Edukasi

10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Edukasi

KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Manufaktur Modern yang Berkelanjutan

Ekonomi

KEK Edukasi, Teknologi dan Kesehatan, Pusat Pendidikan dan Inovasi Asia Tenggara

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Pilihan Redaksi

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam Miliki Fasilitas Medis Setara Singapura dan Malaysia

Ekonomi

KEK Likupang, Destinasi Wisata Maritim Unggulan Kelas Dunia di Sulawesi Utara

Ekonomi

KEK Tanjung Sauh Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Elektronik Indonesia

Ekonomi

KEK Singhasari Fokus Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital dan Kultural

Ekonomi

KEK Batam Aero Technic Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Aviasi di Asia Tenggara

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Baca Juga

KEK Morotai, Motor Penggerak Industri Pariwisata dan Perikanan Indonesia Timur

Ekonomi

KEK Galang Batang Dikembangkan Sebagai Pusat Industri Pengolahan Bauksit

Ekonomi

KEK Arun Lhokseumawe Berpotensi Jadi Basis Pengembangan Industri Energi Nasional

Ekonomi

KEK Sei Mangkei, Pusat Hilirisasi Sawit dan Karet dengan Infrastruktur Modern

Ekonomi

Indonesia Pemimpin Dunia dalam Konservasi Biodiversitas melalui Proyek Enable dan Spare

Peristiwa

Pemasangan Iklan

Berita Lainnya

Dr. Teuku Syahrul Ansari, Akademisi, Praktisi Hukum dan Penggerak Business Judgement Rule di Indonesia

Inspirasi

KEK Nongsa Digital Park Batam, Pijakan Digital Bridge Indonesia di Asia Tenggara

Ekonomi

11 Pelabuhan Laut Era Jokowi Dorong Konektifitas Ekonomi Maritim Indonesia

Perspektif

Selama 10 Tahun Jokowi Bangun 53 Bendungan Perkuat Ketahanan Pangan dan Irigasi

Perspektif

Jalan Tol Warisan Jokowi Sepanjang 2.432 Km, Indonesia Makin Terhubung

Perspektif

Pemasangan Iklan
Eksplorasi
Lihat Semua