Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Inspirasi
»
Detail Berita


Dr Agus Ujianto Kembali Dipercaya Nahkodai Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Foto: dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua kembali memimpin RSI Sultan Agung Semarang.
Pemasangan Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Semarang, Indonesianer.com — Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung kembali memberikan kepercayaan kepada dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua untuk memimpin Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang. Dokter spesialis bedah tersebut kembali ditetapkan sebagai Direktur Utama RSI Sultan Agung untuk periode kepemimpinan 2026–2030.

Penunjukan kembali dr Agus Ujianto dinilai tidak lepas dari berbagai pencapaian yang berhasil diraih rumah sakit selama dirinya memimpin dalam periode sebelumnya. Di bawah kepemimpinannya, RSI Sultan Agung disebut mengalami perkembangan cukup signifikan, mulai dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan, penguatan sistem rumah sakit, pengembangan teknologi medis, hingga perluasan jejaring kerja sama internasional.

Informasi mengenai kelanjutan kepemimpinan dr Agus mulai ramai menjadi perhatian publik setelah sejumlah akun media sosial internal keluarga besar Sultan Agung mengunggah ucapan selamat atas kembali dipercayanya dirinya sebagai Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang.

Keputusan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan tenaga kesehatan dan civitas hospitalia RSI Sultan Agung. Banyak pihak menilai dr Agus berhasil membawa rumah sakit bergerak lebih progresif dan adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan modern.

Salah satu program yang paling menonjol selama kepemimpinannya adalah pengembangan layanan stem cell syariah dan regenerative medicine berbasis nilai-nilai Islami.

Kembangkan Stem Cell Syariah dan Jejaring Internasional

Dalam beberapa tahun terakhir, RSI Sultan Agung mulai dikenal sebagai salah satu rumah sakit yang serius mengembangkan terapi regeneratif modern berbasis prinsip syariah.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari visi besar rumah sakit untuk membangun Islamic Global Teaching Hospital yang mampu bersaing di level internasional.

Di bawah arahan dr Agus, RSI Sultan Agung aktif mengembangkan konsep Autologous Regenerative Medicine, yakni metode terapi regeneratif menggunakan sel tubuh pasien sendiri untuk membantu memperbaiki jaringan maupun organ tubuh yang mengalami kerusakan.

Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia kesehatan modern karena menggabungkan teknologi medis mutakhir dengan prinsip keamanan dan etika Islami.

Tidak hanya fokus pada penguatan layanan internal, RSI Sultan Agung juga mulai memperluas jejaring kerja sama luar negeri guna mempercepat pengembangan teknologi stem cell dan regenerative medicine.

Sejumlah kerja sama diketahui mulai dijalin dengan institusi kesehatan dari Korea Selatan dan Thailand yang memiliki perkembangan cukup maju dalam bidang terapi regeneratif.

Kolaborasi internasional tersebut diarahkan untuk mendukung transfer teknologi, peningkatan kompetensi tenaga medis, pengembangan riset, hingga penguatan standar pelayanan kesehatan modern.

Korea Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan teknologi stem cell yang cukup pesat di Asia. Sementara Thailand menjadi salah satu pusat layanan kesehatan dan medical tourism terbesar di kawasan ASEAN.

Melalui kerja sama tersebut, RSI Sultan Agung diharapkan mampu mempercepat pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi regeneratif di Indonesia.

Selain itu, pengembangan stem cell di RSI Sultan Agung juga disebut tetap mengedepankan aspek legalitas, keselamatan pasien, dan prinsip syariah dalam praktik medis.

Pendekatan tersebut menjadi ciri khas RSI Sultan Agung dalam mengembangkan layanan kesehatan modern berbasis nilai-nilai Islam.

Perkuat Mutu Pelayanan dan SDM Rumah Sakit

Selain fokus pada inovasi medis, kepemimpinan dr Agus juga ditandai dengan penguatan mutu pelayanan rumah sakit secara menyeluruh.

RSI Sultan Agung aktif melakukan pembenahan sistem pelayanan, peningkatan kualitas tenaga kesehatan, hingga pengembangan fasilitas penunjang medis modern.

Salah satu capaian penting yang berhasil diraih adalah keberhasilan Lembaga Diklat RSI Sultan Agung memperoleh Akreditasi A dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Predikat tersebut merupakan level tertinggi dalam sistem akreditasi lembaga pelatihan kesehatan nasional dan menunjukkan kualitas pengelolaan pendidikan serta pelatihan tenaga kesehatan di lingkungan RSI Sultan Agung.

Pencapaian itu sekaligus memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan.

Di bidang penguatan mutu pelayanan, RSI Sultan Agung juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga nasional, termasuk Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI).

Kerja sama tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan, sistem keselamatan pasien, serta penguatan budaya mutu di lingkungan rumah sakit.

Tak hanya fokus pada pengembangan layanan medis, RSI Sultan Agung juga memperkuat misi sosial kemanusiaan.

Pada 2025, rumah sakit menjalin sinergi dengan Forum Zakat Jawa Tengah untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat kurang mampu dan memperluas akses kesehatan bagi masyarakat kecil.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan karakter RSI Sultan Agung sebagai rumah sakit berbasis pelayanan Islami yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan.

Di lingkungan internal, dr Agus dikenal sebagai sosok pimpinan yang aktif turun langsung memantau pelayanan rumah sakit dan dekat dengan tenaga medis maupun karyawan.

Kepemimpinannya dinilai mampu menciptakan kultur kerja yang lebih adaptif, humanis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan pasien.

Berbagai capaian itu membuat banyak pihak menilai RSI Sultan Agung tengah memasuki fase transformasi baru menuju rumah sakit modern berbasis teknologi kesehatan dan nilai-nilai Islami.

Sebelumnya, dr Agus Ujianto resmi dilantik sebagai Direktur Utama RSI Sultan Agung pada Januari 2025 menggantikan Prof. dr. Agung Putra, M.Si.Med.

Saat pelantikan kala itu, Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung menyampaikan keyakinannya bahwa dr Agus mampu membawa RSI Sultan Agung berkembang menjadi rumah sakit pendidikan Islam modern dengan daya saing global.
Kepercayaan yang kini kembali diberikan hingga 2030 dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program transformasi rumah sakit yang telah berjalan selama ini.

Dengan pengalaman di bidang medis dan manajemen rumah sakit, dr Agus diyakini mampu membawa RSI Sultan Agung menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

Terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan medis berbasis teknologi dan inovasi kesehatan modern, rumah sakit dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas layanan.

Melalui kepemimpinan yang berkelanjutan, RSI Sultan Agung kini diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah sakit Islam unggulan di Indonesia sekaligus menjadi pusat layanan regenerative medicine berbasis syariah di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Prospek Lulusan dan Dunia Kerja, Menyiapkan Karier Mahasiswa di Era Kompetitif

Edukasi

Tips Memilih Program Studi Terbaik 2026, Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa

Edukasi

10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Edukasi

KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Manufaktur Modern yang Berkelanjutan

Ekonomi

KEK Edukasi, Teknologi dan Kesehatan, Pusat Pendidikan dan Inovasi Asia Tenggara

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Pilihan Redaksi

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam Miliki Fasilitas Medis Setara Singapura dan Malaysia

Ekonomi

KEK Likupang, Destinasi Wisata Maritim Unggulan Kelas Dunia di Sulawesi Utara

Ekonomi

KEK Tanjung Sauh Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Elektronik Indonesia

Ekonomi

KEK Singhasari Fokus Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital dan Kultural

Ekonomi

KEK Batam Aero Technic Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Aviasi di Asia Tenggara

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Baca Juga

KEK Morotai, Motor Penggerak Industri Pariwisata dan Perikanan Indonesia Timur

Ekonomi

KEK Galang Batang Dikembangkan Sebagai Pusat Industri Pengolahan Bauksit

Ekonomi

KEK Arun Lhokseumawe Berpotensi Jadi Basis Pengembangan Industri Energi Nasional

Ekonomi

KEK Sei Mangkei, Pusat Hilirisasi Sawit dan Karet dengan Infrastruktur Modern

Ekonomi

Indonesia Pemimpin Dunia dalam Konservasi Biodiversitas melalui Proyek Enable dan Spare

Peristiwa

Pemasangan Iklan

Berita Lainnya

Dr. Teuku Syahrul Ansari, Akademisi, Praktisi Hukum dan Penggerak Business Judgement Rule di Indonesia

Inspirasi

KEK Nongsa Digital Park Batam, Pijakan Digital Bridge Indonesia di Asia Tenggara

Ekonomi

11 Pelabuhan Laut Era Jokowi Dorong Konektifitas Ekonomi Maritim Indonesia

Perspektif

Selama 10 Tahun Jokowi Bangun 53 Bendungan Perkuat Ketahanan Pangan dan Irigasi

Perspektif

Jalan Tol Warisan Jokowi Sepanjang 2.432 Km, Indonesia Makin Terhubung

Perspektif

Pemasangan Iklan
Peristiwa
Lihat Semua
Eksplorasi
Lihat Semua