Didirikan sebagai taman nasional pada tahun 1989, Way Kambas memiliki luas sekitar 125 ribu hektare. Kawasan ini didominasi oleh hutan dataran rendah, rawa-rawa, dan padang rumput yang membentuk ekosistem unik. Berbeda dengan taman nasional di Sumatra yang umumnya berada di wilayah pegunungan, Way Kambas justru menjadi representasi penting ekosistem dataran rendah yang kini semakin langka.
Secara geografis, taman nasional ini berada di wilayah Lampung Timur dan berbatasan langsung dengan pesisir Laut Jawa. Kombinasi antara hutan, rawa, dan wilayah pesisir menciptakan habitat yang sangat kaya bagi berbagai spesies flora dan fauna. Namun, di balik kekayaan tersebut, Way Kambas juga menyimpan cerita panjang tentang tekanan terhadap lingkungan dan upaya penyelamatan yang tidak mudah.
Nama Way Kambas sendiri telah lama identik dengan gajah. Bahkan, ketika berbicara tentang konservasi gajah di Indonesia, kawasan ini hampir selalu menjadi rujukan utama. Hal ini tidak lepas dari keberadaan Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu yang paling dikenal di Asia Tenggara.
Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) merupakan spesies yang sangat terancam punah. Penyebab utamanya adalah hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan, serta konflik dengan manusia yang kian meningkat. Dalam kondisi tersebut, Way Kambas menjadi tempat penting untuk melindungi, merawat, sekaligus melatih gajah agar dapat hidup berdampingan dengan manusia.
Di pusat konservasi ini, gajah-gajah dilatih untuk berbagai tujuan, mulai dari patroli hutan, mitigasi konflik, hingga kegiatan edukasi bagi masyarakat. Peran gajah dalam patroli hutan cukup signifikan karena mampu menjangkau area yang sulit diakses kendaraan. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi objek konservasi, tetapi juga bagian dari solusi.
Kuliner
28 Mei 2026, 11:28 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:22 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:12 WIB
Kuliner
24 Mei 2026, 19:46 WIB
Kuliner
24 Mei 2026, 19:42 WIB
Inspirasi
07 Mei 2026, 17:16 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:59 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:58 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:56 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:22 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:07 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 17:45 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 16:35 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 10:20 WIB
Kuliner
12 Apr 2026, 11:12 WIB
Edukasi
18 Jan 2026, 0:44 WIB
Ekonomi
17 Jan 2026, 23:33 WIB