Selain sebagai benteng militer, bangunan tersebut juga menjadi tempat penyimpanan logistik dan perlengkapan pasukan VOC. Di beberapa bagian terdapat ruang penjagaan, gudang, serta area pengintaian laut.
Belanda menempatkan pasukan di benteng ini untuk memastikan monopoli perdagangan pala tetap berjalan sesuai kepentingan VOC. Kapal-kapal asing yang masuk ke Banda diawasi secara ketat untuk mencegah perdagangan ilegal rempah-rempah.
Benteng Hollandia juga menjadi bagian dari sistem kontrol kolonial terhadap masyarakat Banda. VOC menerapkan aturan ketat terhadap produksi dan distribusi pala agar harga rempah di pasar Eropa tetap tinggi.
Bentuk Arsitektur Benteng
Benteng Hollandia dibangun menggunakan material batu karang dan batu alam khas wilayah pesisir Maluku. Arsitekturnya mengadopsi gaya benteng militer Eropa dengan bentuk sederhana namun kokoh.
Bangunan benteng memiliki dinding tebal dan area pertahanan yang dirancang untuk menghadapi serangan dari laut maupun darat. Pada beberapa sisi terdapat lubang pengintai dan tempat meriam.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB