Selain sebagai benteng militer, bangunan tersebut juga menjadi tempat penyimpanan logistik dan perlengkapan pasukan VOC. Di beberapa bagian terdapat ruang penjagaan, gudang, serta area pengintaian laut.
Belanda menempatkan pasukan di benteng ini untuk memastikan monopoli perdagangan pala tetap berjalan sesuai kepentingan VOC. Kapal-kapal asing yang masuk ke Banda diawasi secara ketat untuk mencegah perdagangan ilegal rempah-rempah.
Benteng Hollandia juga menjadi bagian dari sistem kontrol kolonial terhadap masyarakat Banda. VOC menerapkan aturan ketat terhadap produksi dan distribusi pala agar harga rempah di pasar Eropa tetap tinggi.
Bentuk Arsitektur Benteng
Benteng Hollandia dibangun menggunakan material batu karang dan batu alam khas wilayah pesisir Maluku. Arsitekturnya mengadopsi gaya benteng militer Eropa dengan bentuk sederhana namun kokoh.
Bangunan benteng memiliki dinding tebal dan area pertahanan yang dirancang untuk menghadapi serangan dari laut maupun darat. Pada beberapa sisi terdapat lubang pengintai dan tempat meriam.
Taman Nasional Gunung Leuser, Benteng Terakhir Kehidupan Liar di Jantung Sumatra
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:32 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:58 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:41 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:39 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:35 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:30 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:18 WIB
Peristiwa
06 Agu 2025, 0:19 WIB
Inspirasi
01 Agu 2025, 19:21 WIB
Ekonomi
30 Jul 2025, 19:47 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 19:16 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:53 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:25 WIB