Terletak di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, KEK ini diresmikan pada 14 Desember 2018 oleh Presiden Joko Widodo.
Dengan luas sekitar 2.622,48 hektar, KEK Arun Lhokseumawe dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 dan dikelola oleh PT Patriot Nusantara Aceh (PT PATNA), sebuah konsorsium yang terdiri dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pembangunan Aceh (PEMA), PT Pertamina, dan PT Pelindo I .
KEK Arun Lhokseumawe memiliki potensi besar untuk menjadi basis pengembangan industri energi (terutama migas dan energi hijau), petrokimia, agro industri, dan logistik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh dan Indonesia.
Selain itu KEK ini diharapkan menarik investasi besar, membuka banyak lapangan kerja, dan mengintegrasikan wilayah dengan jalur perdagangan internasional di Asia Selatan.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan lokasi strategis yang dilintasi oleh jalur pelayaran internasional Selat Malaka, kawasan ini menarik bagi investasi domestik dan asing, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian regional dan nasional.
Infrastruktur yang solid merupakan kunci utama dalam pengembangan KEK Arun Lhokseumawe. Kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang modern.
Keberadaan Pelabuhan Krueng Geukueh yang terintegrasi langsung dengan kawasan industry ini memudahkan distribusi barang dan bahan baku ke pasar domestik dan internasional. Sementara Bandar udara Malikussaleh mendukung mobilitas tenaga kerja dan distribusi barang melalui jalur udara.
KEK Arun Lhokseumawe juga terintegrasi dengan pembangunan jalan arteri dan koneksi untuk menghubungkannya ke jalan tol Sigli-Banda Aceh dan kota-kota besar di Sumatera untuk meningkatkan efisiensi logistik.
Kawasan ini menyediakan utilitas lengkap, antara lain pasokan listrik dengan kapasitas 475 MW dan penyediaan air bersih dengan kapasitas 1.500 meter kubik per hari.
Dilengkapi pula dengan fasilitas instalasi pengolah limbah, pemadam kebakaran dan pengelolaan sampah yang mendukung operasional industri secara berkelanjutan.
KEK Arun Lhokseumawe dirancang untuk mendukung berbagai sektor industri strategis yang berbasis pada hilirisasi sumber daya alam ramah lingkungan.
Beberapa sektor unggulan di kawasan ini antara lain industri energi dan petrokimia, agroindustri, industri pengolahan kayu dan kertas, serta perikanan.
Pengembangan regasifikasi LNG, hub dan trading LNG dan LPG, serta mini LNG plant PLTG dengan pembangkit listrik ramah lingkungan menjadi fokus utama dalam sektor ini.
Pada sektor agroindustri, pengolahan komoditas unggulan antara lain kelapa sawit, kopi, kakao, karet, kelapa, dan minyak atsiri menjadi bagian dari strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.
Pemanfaatan sumber daya alam menghasilkan produk olahan kayu dan kertas kraft memiliki nilai ekonomi tinggi dan berorientasi ekspor.
Dengan fokus pada sektor-sektor tersebut, KEK Arun Lhokseumawe diharapkan dapat menjadi pusat industri hijau yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan hidup.
Pengembangan KEK ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan nasional yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dengan proyeksi mencapai lebih dari 40.000 orang. (*)
Taman Nasional Gunung Leuser, Benteng Terakhir Kehidupan Liar di Jantung Sumatra
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:32 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:58 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:41 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:39 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:35 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:30 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:18 WIB
Peristiwa
06 Agu 2025, 0:19 WIB
Inspirasi
01 Agu 2025, 19:21 WIB
Ekonomi
30 Jul 2025, 19:47 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 19:16 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:53 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:25 WIB