Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jelajah
»
Detail Berita


Fort Japara XVI, Benteng VOC Belanda di Pesisir Pantai Jepara

Foto: Gerbang utama dengan tulisan “Fort Japara XVI” masih berdiri cukup megah dan menjadi ikon kawasan tersebut
Pemasangan Iklan
Oleh : Puji Kriswindarti

Jepara, Indonesianer.com -- VOC Erfgoedpad–Oud Fort Japara adalah kawasan cagar budaya yang memuat peninggalan benteng kolonial VOC di Jepara. Situs ini merepresentasikan peran strategis wilayah pesisir utara Jawa dalam sistem pertahanan dan jaringan niaga maritim Belanda. Melalui nilai historisnya, kawasan ini menjadi bagian penting dari warisan maritim Nusantara yang menghubungkan sektor domestik dengan perdagangan global sejak abad ke-17.

Di tengah perkembangan modern Kabupaten Jepara, masih tersimpan sebuah jejak sejarah panjang yang menjadi saksi pergulatan kekuasaan, perdagangan, dan militer di pesisir utara Jawa. Bangunan itu dikenal sebagai VOC Erfgoedpad-Oud Fort Japara atau lebih populer disebut Fort Japara XVI, sebuah benteng peninggalan kolonial yang berdiri di kawasan Ujungbatu.

Benteng ini bukan sekadar bangunan tua dari era kolonial Belanda. Di balik dinding-dinding batu karangnya, tersimpan cerita tentang perebutan jalur perdagangan, konflik kerajaan Nusantara, hingga transformasi Jepara sebagai kota pelabuhan penting sejak abad ke-17.

Keberadaan Fort Japara menunjukkan bahwa Jepara pernah menjadi salah satu titik strategis perdagangan internasional di Pulau Jawa. Bahkan, kota pelabuhan ini termasuk salah satu basis awal VOC di Jawa sejak sekitar tahun 1614. Pada masa itu, VOC memanfaatkan Jepara sebagai pusat pembelian beras untuk diperdagangkan kembali ke kawasan Maluku.

Namun perjalanan VOC di Jepara tidak selalu berjalan mulus. Konflik dengan Kesultanan Mataram menyebabkan loji dagang VOC di Jepara diserang pada tahun 1618. Sebagai balasan, VOC menghancurkan kota pelabuhan tersebut sebelum akhirnya kembali lagi pada 1651 dan menjadikan Jepara sebagai salah satu pusat penting aktivitas mereka di wilayah Mataram.

Dalam perkembangan berikutnya, Jepara bahkan pernah menjadi basis operasi militer VOC ketika menghadapi pemberontakan Trunojoyo pada 1677 di bawah komando Cornelis Speelman. Pada masa itu, Jepara memiliki posisi vital karena berada di jalur perdagangan pesisir utara Jawa yang menghubungkan berbagai kota pelabuhan penting.

Seiring meningkatnya ancaman keamanan, VOC kemudian membangun sistem pertahanan yang lebih kuat. Sekitar tahun 1719, loji dagang lama di Jepara diganti dengan benteng yang memiliki empat bastion setengah lingkaran. Selain itu, dibangun pula benteng kecil berbentuk persegi di kawasan perbukitan Danareja atau yang kini dikenal sebagai lokasi Fort Japara.



Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Prospek Lulusan dan Dunia Kerja, Menyiapkan Karier Mahasiswa di Era Kompetitif

Edukasi

Tips Memilih Program Studi Terbaik 2026, Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa

Edukasi

10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Edukasi

KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Manufaktur Modern yang Berkelanjutan

Ekonomi

KEK Edukasi, Teknologi dan Kesehatan, Pusat Pendidikan dan Inovasi Asia Tenggara

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Pilihan Redaksi

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam Miliki Fasilitas Medis Setara Singapura dan Malaysia

Ekonomi

KEK Likupang, Destinasi Wisata Maritim Unggulan Kelas Dunia di Sulawesi Utara

Ekonomi

KEK Tanjung Sauh Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Elektronik Indonesia

Ekonomi

KEK Singhasari Fokus Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital dan Kultural

Ekonomi

KEK Batam Aero Technic Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Aviasi di Asia Tenggara

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Baca Juga

KEK Morotai, Motor Penggerak Industri Pariwisata dan Perikanan Indonesia Timur

Ekonomi

KEK Galang Batang Dikembangkan Sebagai Pusat Industri Pengolahan Bauksit

Ekonomi

KEK Arun Lhokseumawe Berpotensi Jadi Basis Pengembangan Industri Energi Nasional

Ekonomi

KEK Sei Mangkei, Pusat Hilirisasi Sawit dan Karet dengan Infrastruktur Modern

Ekonomi

Indonesia Pemimpin Dunia dalam Konservasi Biodiversitas melalui Proyek Enable dan Spare

Peristiwa

Pemasangan Iklan

Berita Lainnya

Dr. Teuku Syahrul Ansari, Akademisi, Praktisi Hukum dan Penggerak Business Judgement Rule di Indonesia

Inspirasi

KEK Nongsa Digital Park Batam, Pijakan Digital Bridge Indonesia di Asia Tenggara

Ekonomi

11 Pelabuhan Laut Era Jokowi Dorong Konektifitas Ekonomi Maritim Indonesia

Perspektif

Selama 10 Tahun Jokowi Bangun 53 Bendungan Perkuat Ketahanan Pangan dan Irigasi

Perspektif

Jalan Tol Warisan Jokowi Sepanjang 2.432 Km, Indonesia Makin Terhubung

Perspektif

Pemasangan Iklan
Eksplorasi
Lihat Semua