Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Nusa Tenggara Barat
»
Ekonomi


KEK Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus Destinasi Wisata Sirkuit Balap Kelas Dunia

Foto: Kawasan Mandalika dirancang sebagai destinasi wisata kelas dunia yang mengintegrasikan keindahan alam, seni budaya lokal, dan keberlanjutan lingkungan. (www.kek.go.id)
Warta Konsumen Indonesia
Penulis: Joko Yuwono

Lombok Tengah, Indonesianer.com — Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika bukan sekadar infrastruktur pariwisata biasa. Kawasan ini dirancang sebagai destinasi wisata kelas dunia yang mengintegrasikan keindahan alam, seni budaya lokal, dan keberlanjutan lingkungan.

Terletak di bagian Selatan Pulau Lombok, KEK Mandalika memiliki luas area sebesar 1.035,67 Ha yang menghadap ke Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sangat potensial.

Ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014, KEK Mandalika dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yang memiliki tugas untuk mengembangkan dan mengelola kawasan Mandalika menjadi destinasi pariwisata dan ekonomi bertaraf internasional, dengan fokus pada pilar olahraga dan hiburan.

KEK Mandalika memiliki garis pantai sepanjang 16 kilometer yang dihiasi pasir putih dan air laut yang jernih. Keindahan alam ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Konsep KEK Mandalika adalah pengembangan kawasan wisata yang berwawasan lingkungan dan budaya, dengan fokus pada peningkatan sektor ekonomi melalui investasi, pembangunan infrastruktur seperti sirkuit balap kelas dunia, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Tujuan utamanya adalah menjadi destinasi pariwisata global yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan dan nilai budaya sesuai prinsip ecotourism.

Salah satu ikon utama KEK Mandalika adalah Pertamina Mandalika International Street Circuit, sirkuit balap motor kelas dunia yang telah menjadi tuan rumah ajang bergengsi seperti MotoGP dan World Superbike.

Dengan panjang lintasan 4,3 km dan kapasitas penonton mencapai 195.700 orang, sirkuit ini tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga simbol transformasi ekonomi kawasan.

Sebagai misal, MotoGP 2024 berhasil menarik lebih dari 120.000 penonton, jauh melebihi jumlah penonton pada tahun sebelumnya yang mencapai 102.929 orang.

KEK Mandalika menawarkan berbagai fasilitas fiskal, antara lain pembebasan atau penangguhan pajak (PPN, Bea Masuk, dan lainnya) untuk menarik investasi.

Sedangkan fasilitas non-fiskal tersedia berbagai infrastruktur dasar antara lain olahraga dan akomodasi mulai dari hotel berbintang hingga resort mewah.

Kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti pusat perbelanjaan, restoran, dan area hiburan yang mendukung pengalaman wisatawan.

Untuk mendukung aksesibilitas, pemerintah telah membangun jalan bypass dari Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika. Pembangunan ini diharapkan mempermudah mobilitas wisatawan dan mempercepat arus wisatawan ke kawasan tersebut.

KEK Mandalika memiliki prospek sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia dan ditarget mampu menciptakan 587.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, acara berskala internasional yang rutin digelar, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, kawasan ini berpotensi akan menarik lebih banyak wisatawan dan investor.

Selain itu, akan ada upaya memperkuat kolaborasi dengan UMKM dan menarik investor asing, serta terus mengelola isu sosial dan kelestarian lingkungan agar pengembangan KEK Mandalika berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Proyeksi ke depan KEK Mandalika adalah terus menjadi epicentrum pariwisata dunia dengan peningkatan investasi dan pengembangan infrastruktur serta fasilitas yang lebih baik, termasuk pembangunan hotel, beach club, dan terminal khusus untuk mendukung daya tarik wisman. (*)

Halaman :

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua