Dengan luas mencapai sekitar 356 ribu hektare, taman nasional ini membentang sepanjang pegunungan Bukit Barisan dan mencakup tiga provinsi sekaligus: Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Lanskapnya sangat beragam, mulai dari hutan dataran rendah, perbukitan, hingga kawasan pesisir yang langsung berbatasan dengan Samudra Hindia.
Keunikan utama Bukit Barisan Selatan terletak pada kekayaan biodiversitasnya yang luar biasa. Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai spesies langka dan dilindungi, termasuk tiga satwa kunci Sumatra: gajah, harimau, dan badak. Kombinasi keberadaan ketiga spesies ini dalam satu kawasan menjadikan taman nasional ini sebagai salah satu area konservasi paling krusial di dunia.
Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) menjadi predator puncak yang menjaga keseimbangan ekosistem di dalam hutan ini. Keberadaannya menunjukkan bahwa rantai makanan masih berjalan dengan baik, meskipun populasinya terus menghadapi ancaman serius. Selain itu, terdapat pula gajah Sumatra yang kerap berpindah dalam kelompok besar, serta badak Sumatra yang kini sangat langka dan menjadi fokus utama konservasi global.
Selain mamalia besar, kawasan ini juga dihuni oleh berbagai jenis primata seperti siamang, lutung, dan monyet ekor panjang. Burung-burung endemik juga banyak ditemukan di sini, menjadikannya surga bagi para pengamat burung. Bahkan, beberapa spesies reptil dan amfibi langka juga menjadikan kawasan ini sebagai habitatnya.
Dari sisi flora, Bukit Barisan Selatan memiliki keanekaragaman yang tidak kalah mengagumkan. Hutan hujan tropisnya dipenuhi berbagai jenis pohon besar, tanaman obat, hingga bunga langka seperti Rafflesia arnoldii dan bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum). Vegetasi yang rapat dan berlapis-lapis menciptakan ekosistem yang kompleks dan stabil.
Selain sebagai kawasan konservasi, taman nasional ini juga menawarkan potensi wisata alam yang menarik. Salah satu destinasi yang cukup dikenal adalah kawasan Sukaraja Atas di Lampung Barat, yang menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin menjelajahi hutan. Dari sini, pengunjung dapat melakukan trekking, mengamati satwa liar, hingga menikmati keindahan alam yang masih alami.
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:32 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:58 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 8:41 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:39 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:35 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:30 WIB
Ekonomi
10 Okt 2025, 2:18 WIB
Peristiwa
06 Agu 2025, 0:19 WIB
Inspirasi
01 Agu 2025, 19:21 WIB
Ekonomi
30 Jul 2025, 19:47 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 19:16 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:53 WIB
Perspektif
30 Jul 2025, 18:25 WIB
Inspirasi
19 Jul 2025, 8:58 WIB
Hotel
16 Jul 2025, 2:57 WIB
Hotel
16 Jul 2025, 2:44 WIB