Dalam perkembangannya, Benteng Kalamata juga pernah berada di bawah pengaruh Belanda dan Inggris. Pergantian penguasa itu menunjukkan betapa pentingnya posisi Ternate dalam jalur perdagangan internasional saat itu.
Nama “Kalamata” sendiri baru digunakan setelah benteng berada dalam pengaruh Kesultanan Ternate. Nama tersebut diambil dari nama Pangeran Kalamata atau Kaicil Kalamata, seorang tokoh penting Kesultanan Ternate yang hidup pada abad ke-17.
Pangeran Kalamata dikenal sebagai bangsawan yang memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik Ternate dan hubungan dengan bangsa asing. Penggunaan nama tersebut menjadi simbol kedekatan benteng dengan sejarah lokal masyarakat Ternate.
Bentuk Arsitektur dan Keunikan Benteng
Benteng Kalamata memiliki bentuk arsitektur yang unik dibandingkan benteng kolonial lain di Indonesia. Dari atas, bentuknya disebut menyerupai penyu atau burung yang sedang membentangkan sayap.
Bangunan benteng terdiri dari empat bastion atau sudut pertahanan yang menghadap ke berbagai arah. Setiap sudut memiliki lubang pengintai dan meriam untuk mempertahankan wilayah dari serangan musuh.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB