Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Geosite
»
Detail Berita


Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Foto: Ciletuh Amphitheater merupakan bukti bahwa keindahan alam sering kali lahir dari proses geologi yang berlangsung dalam rentang waktu yang hampir sulit dibayangkan manusia.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Sukabumi, Indonesianer.com -- Ciletuh Amphitheater sering dikenal sebagai Bukit Panenjoan adalah bentang alam raksasa berbentuk tapal kuda seluas sekitar 15×9 km dan destinasi wisata utama di dalam kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tempat ini diakui dunia sebagai warisan geologi UNESCO Global Geopark dan menyajikan pemandangan lanskap purba yang spektakuler.

Di pesisir selatan Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Sukabumi, terdapat sebuah bentang alam yang sering membuat pengunjung terpukau saat pertama kali melihatnya dari ketinggian. Perbukitan hijau yang melengkung membentuk setengah lingkaran raksasa menghadap langsung ke Samudra Hindia menciptakan panorama yang berbeda dari kebanyakan lanskap pesisir di Indonesia. Kawasan tersebut dikenal sebagai Ciletuh Amphitheater, salah satu geosite paling penting di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Nama amphitheater digunakan karena bentuk alamnya menyerupai teater terbuka raksasa. Dari titik-titik pandang di sekitar kawasan, pengunjung dapat melihat deretan perbukitan yang tersusun melingkar mengelilingi dataran rendah dan mengarah ke Teluk Ciletuh. Bentuk ini bukan hasil karya manusia, melainkan hasil proses geologi yang berlangsung selama puluhan juta tahun.

Bagi wisatawan, Ciletuh Amphitheater menawarkan pemandangan yang sangat fotogenik. Namun bagi para geolog, kawasan ini merupakan jendela yang memperlihatkan sejarah panjang pembentukan Pulau Jawa. Berbagai jenis batuan yang tersingkap di kawasan ini menjadi bukti perjalanan geologi yang dimulai jauh sebelum Jawa memiliki bentuk seperti sekarang.

Keistimewaan Ciletuh Amphitheater menjadikannya salah satu geosite utama dalam kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Geopark ini memperoleh pengakuan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks pada tahun 2018 karena memiliki warisan geologi yang bernilai internasional, dipadukan dengan kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati yang khas.

Ketika berdiri di salah satu titik pandang seperti Puncak Darma, pengunjung dapat melihat secara jelas bentuk amphitheater alami tersebut. Perbukitan yang berlapis-lapis tampak seperti dinding raksasa yang mengelilingi kawasan Ciletuh. Pemandangan ini menjadi salah satu ikon geowisata paling terkenal di Jawa Barat dan sering disebut sebagai wajah utama Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Jejak Tumbukan Lempeng dan Pengangkatan Dasar Samudra

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua