Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Geopark
»
Detail Berita


Taman Nasional Gandang Dewata, Permata Pegunungan Sulawesi Barat yang Masih Alami

Foto: Nama Gandang Dewata berasal dari Gunung Gandang Dewata yang menjadi ikon kawasan tersebut.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Mamasa, Indonesianer.com -- Di bagian barat Pulau Sulawesi, jauh dari hiruk-pikuk destinasi wisata populer Indonesia, membentang sebuah kawasan pegunungan yang selama bertahun-tahun nyaris tidak dikenal oleh masyarakat luas. Kawasan itu adalah Taman Nasional Gandang Dewata, sebuah bentang alam pegunungan yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa sekaligus menjadi salah satu kawasan konservasi termuda di Indonesia.

Berbeda dengan taman nasional yang terkenal karena pantai, savana, atau terumbu karangnya, Gandang Dewata menawarkan wajah lain dari kekayaan alam Nusantara. Hutan pegunungan yang lebat, lembah berkabut, sungai-sungai jernih, dan puncak-puncak tinggi menciptakan lanskap yang mengingatkan pada kawasan-kawasan liar yang masih sangat alami. Karena relatif baru dikenal dan belum banyak tersentuh pembangunan, sebagian besar wilayah taman nasional ini masih mempertahankan karakter alam aslinya.

Taman Nasional Gandang Dewata terletak di kawasan Pegunungan Quarles yang membentang di Sulawesi Barat. Kawasan ini secara resmi ditetapkan sebagai taman nasional melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2016, menjadikannya taman nasional ke-53 di Indonesia. Luas kawasan yang ditetapkan mencapai sekitar 189 ribu hektare, mencakup hamparan hutan pegunungan yang menjadi salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati Sulawesi bagian barat.

Nama Gandang Dewata berasal dari Gunung Gandang Dewata yang menjadi ikon kawasan tersebut. Dalam bahasa setempat, "gandang" berarti gendang, sedangkan "dewata" merujuk pada makna yang berkaitan dengan dunia spiritual. Bagi masyarakat Mamasa, pegunungan ini tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai budaya yang telah diwariskan selama generasi. Berbagai cerita rakyat dan tradisi lokal masih menempatkan Gandang Dewata sebagai kawasan yang dihormati dan dijaga keberadaannya.

Keberadaan taman nasional ini menjadi sangat penting karena Sulawesi merupakan salah satu wilayah dengan tingkat endemisme tertinggi di Indonesia. Posisi geografisnya yang berada di kawasan Wallacea membuat banyak spesies tumbuhan dan satwa berevolusi secara terpisah selama jutaan tahun. Akibatnya, banyak organisme yang hanya dapat ditemukan di Sulawesi dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Surga Keanekaragaman Hayati di Pegunungan Wallacea

Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, Gandang Dewata telah lama menarik perhatian para peneliti. Salah satu alasan utamanya adalah karena kawasan ini termasuk wilayah yang relatif belum banyak dieksplorasi secara ilmiah. Berbagai ekspedisi yang dilakukan oleh peneliti Indonesia menemukan kekayaan hayati yang sangat tinggi, termasuk sejumlah spesies endemik yang menjadi ciri khas Pulau Sulawesi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Baca Juga

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Berita Lainnya

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua