Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Geopark
»
Detail Berita


Taman Nasional Gandang Dewata, Permata Pegunungan Sulawesi Barat yang Masih Alami

Foto: Nama Gandang Dewata berasal dari Gunung Gandang Dewata yang menjadi ikon kawasan tersebut.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Meski memiliki kekayaan hayati yang luar biasa, Gandang Dewata bukanlah kawasan yang sepenuhnya bebas dari tantangan. Seperti banyak kawasan konservasi lain di Indonesia, tekanan terhadap hutan tetap ada, baik dari aktivitas pemanfaatan sumber daya alam maupun perubahan penggunaan lahan di sekitar kawasan.

Penetapan status taman nasional pada tahun 2016 menjadi langkah penting untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap kawasan ini. Pemerintah menilai Gandang Dewata memenuhi berbagai kriteria sebagai taman nasional, termasuk karena memiliki ekosistem yang khas, kondisi hutan yang relatif utuh, serta luas kawasan yang cukup untuk menjaga berlangsungnya proses ekologis secara alami.

Selain fungsi konservasi, Gandang Dewata juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam berbasis ekowisata. Gunung Gandang Dewata sendiri dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di Sulawesi Barat dengan ketinggian sekitar 3.074 meter di atas permukaan laut. Jalur pendakiannya terkenal panjang dan menantang, menjadikannya tujuan yang menarik bagi pendaki berpengalaman yang ingin menjelajahi kawasan pegunungan yang masih liar dan minim keramaian.

Namun, berbeda dengan beberapa gunung populer di Indonesia yang telah berkembang menjadi destinasi wisata massal, Gandang Dewata masih mempertahankan karakter alaminya. Infrastruktur wisata masih terbatas, sehingga kegiatan pendakian dan eksplorasi alam memerlukan persiapan yang matang. Justru kondisi inilah yang membuat kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta alam yang mencari pengalaman menjelajah hutan pegunungan yang autentik.

Peran masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian kawasan. Komunitas adat di sekitar Gandang Dewata memiliki hubungan yang erat dengan alam pegunungan. Nilai-nilai budaya yang menghormati hutan dan sumber daya alam menjadi modal sosial yang mendukung keberhasilan konservasi dalam jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan organisasi konservasi menjadi kunci untuk memastikan kawasan ini tetap terjaga.

Taman Nasional Gandang Dewata menunjukkan bahwa masih ada bagian Indonesia yang menyimpan bentang alam liar dengan tingkat kealamian tinggi. Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan dan hilangnya habitat satwa di berbagai wilayah, keberadaan kawasan ini menjadi sangat penting. Hutan-hutan pegunungannya bukan hanya rumah bagi spesies endemik Sulawesi, tetapi juga penyangga kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Baca Juga

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Berita Lainnya

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua