Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Geopark
»
Detail Berita


Taman Nasional Wasur, Serengeti Papua dari Ujung Timur Indonesia

Foto: Taman Nasional Wasur merupakan kawasan konservasi yang sering dijuluki Serengeti Papua ini jaraknya sangat dekat dari Kota Merauke, hanya berjarak sekitar 15 km atau dapat ditempuh dalam 20 hingga 30 menit perjalanan.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Merauke, Indonesianer.com -- Di ujung tenggara Pulau Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, terbentang sebuah kawasan konservasi yang memiliki karakter sangat berbeda dibandingkan sebagian besar taman nasional di Indonesia. Jika banyak taman nasional identik dengan hutan hujan tropis yang lebat, pegunungan tinggi, atau terumbu karang yang memukau,

Taman Nasional Wasur justru dikenal karena hamparan savana luas, rawa-rawa, padang rumput, dan hutan monsun yang membentuk lanskap unik menyerupai kawasan Afrika Timur. Karena keunikan tersebut, Wasur sering dijuluki sebagai Serengeti Papua.

Julukan itu bukan sekadar ungkapan promosi wisata. Bentang alam Wasur memang menghadirkan pemandangan yang mengingatkan banyak orang pada Taman Nasional Serengeti di Tanzania. Hamparan padang rumput terbuka membentang sejauh mata memandang, diselingi kelompok pohon yang tumbuh tersebar dan berbagai satwa yang bergerak bebas di habitat alaminya. Meski tidak dihuni mamalia besar seperti zebra atau gnu, Wasur memiliki kekayaan satwa yang menjadikannya salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia bagian timur.

Taman Nasional Wasur terletak sekitar 15 hingga 20 kilometer dari pusat Kota Merauke. Kawasan ini memiliki luas sekitar 413.810 hektare dan mencakup berbagai tipe ekosistem, mulai dari savana, rawa air tawar, rawa payau, hutan monsun, hutan pantai, hingga hutan mangrove. Keragaman habitat tersebut menciptakan lingkungan yang sangat kaya bagi kehidupan satwa liar. Kawasan ini pertama kali ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa pada tahun 1978 sebelum kemudian berubah status menjadi taman nasional pada tahun 1990.

Selain menjadi taman nasional, Wasur juga memiliki pengakuan internasional sebagai lahan basah penting dunia melalui Konvensi Ramsar. Status ini diberikan karena kawasan tersebut merupakan salah satu ekosistem rawa dan lahan basah paling penting di kawasan Australasia, terutama bagi berbagai jenis burung air migran yang datang setiap tahun dari belahan bumi utara.

Keunikan geografis Wasur tidak lepas dari posisinya yang berada dekat dengan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Kawasan ini menjadi bagian dari bentang alam luas yang membentang melintasi kedua negara, memungkinkan berbagai spesies satwa bergerak secara alami tanpa mengenal batas administratif manusia.

Savana Luas dan Surga Burung di Tanah Papua

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Baca Juga

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Berita Lainnya

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua