Salah satu daya tarik terbesar Wasur adalah kombinasi antara savana dan lahan basah yang jarang ditemukan di tempat lain di Indonesia. Pada musim kemarau, sebagian wilayah savana tampak menguning dan menyerupai padang rumput luas. Ketika musim hujan tiba, banyak area berubah menjadi rawa yang kaya akan kehidupan.
Perubahan musiman tersebut menciptakan habitat yang ideal bagi berbagai jenis satwa. Taman Nasional Wasur dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman burung tertinggi di Papua. Lebih dari 350 spesies burung telah tercatat hidup atau singgah di kawasan ini, termasuk berbagai jenis burung endemik Papua serta burung migran dari Australia, Selandia Baru, Jepang, Tiongkok, Rusia, dan wilayah Asia Timur lainnya.
Ketika musim migrasi tiba, ribuan burung air memenuhi rawa, danau, dan padang rumput yang tergenang air. Pemandangan ini menjadi salah satu fenomena alam paling menarik di Indonesia bagian timur. Berbagai jenis kuntul, ibis, trinil, cerek, dan burung air lainnya memanfaatkan Wasur sebagai tempat beristirahat dan mencari makan sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka.
Selain burung migran, kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai spesies khas Papua. Burung kasuari selatan, salah satu burung terbesar di dunia yang tidak dapat terbang, masih dapat ditemukan di beberapa bagian taman nasional. Kasuari memiliki peran penting dalam penyebaran biji tumbuhan hutan dan menjadi salah satu ikon satwa Papua.
Mamalia yang hidup di Wasur juga menunjukkan karakter khas kawasan Australasia. Berbagai jenis kanguru pohon dan walabi hidup di kawasan ini, meskipun tidak selalu mudah ditemukan karena sifatnya yang cenderung pemalu. Salah satu satwa yang cukup terkenal adalah walabi lincah atau agile wallaby, yang memang berasal dari wilayah selatan Papua dan Australia Utara. Pada waktu-waktu tertentu, satwa ini dapat terlihat mencari makan di area terbuka.
Ekosistem rawa dan sungai Wasur juga menjadi habitat berbagai jenis ikan, reptil, dan amfibi. Buaya muara ditemukan di sejumlah perairan taman nasional, sementara ular dan biawak menghuni berbagai tipe habitat yang tersedia. Keberadaan predator-predator tersebut menunjukkan bahwa rantai makanan di kawasan ini masih berjalan dengan baik.
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB