Nama taman nasional berasal dari dua kawasan utama yang berada di dalamnya, yaitu Bantimurung dan Bulusaraung. Luas kawasan mencapai lebih dari 43.000 hektare yang mencakup pegunungan karst, hutan hujan tropis, sungai bawah tanah, dan berbagai ekosistem unik lainnya.
Keberadaan taman nasional ini sangat penting karena melindungi salah satu kawasan karst tropis terbesar dan paling kompleks di dunia.
Bentang Alam Karst yang Spektakuler
Daya tarik utama taman nasional adalah lanskap karst yang sangat luas dan mengesankan. Pegunungan kapur yang menjulang membentuk panorama unik yang berbeda dari pegunungan vulkanik yang lebih umum ditemukan di Indonesia.
Kawasan karst Maros-Pangkep yang berada dalam taman nasional dikenal sebagai salah satu bentang alam karst terbesar di Asia Tenggara. Bukit-bukit kapur berbentuk kerucut menjulang dari dataran rendah dan menciptakan pemandangan yang sangat khas.
Di bawah permukaan tanah, terdapat jaringan gua dan sungai bawah tanah yang terbentuk selama jutaan tahun melalui proses pelarutan batu kapur. Banyak gua di kawasan ini memiliki ornamen stalaktit dan stalagmit yang indah.
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:17 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 8:52 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 20:08 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:33 WIB