Taka Bonerate dikenal sebagai salah satu atol terbesar di dunia dan yang terbesar di Indonesia. Kawasan ini terdiri atas puluhan atol, ratusan gosong karang, serta pulau-pulau kecil yang tersebar di wilayah laut yang sangat luas.
Dari udara, atol-atol tersebut tampak seperti cincin raksasa berwarna biru kehijauan yang mengapung di tengah laut. Keindahan ini menjadikan Taka Bonerate sebagai salah satu lanskap bahari paling spektakuler di Asia Tenggara.
Pembentukan atol membutuhkan waktu jutaan tahun melalui pertumbuhan terumbu karang di sekitar pulau vulkanik yang perlahan tenggelam. Proses geologi yang panjang inilah yang menghasilkan bentuk unik yang dapat disaksikan saat ini. Karena kelangkaannya, atol-atol Taka Bonerate memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi bagi penelitian kelautan dan geologi.
Sejarah dan Pembentukan Taman Nasional
Melihat pentingnya kawasan ini bagi konservasi laut, pemerintah Indonesia menetapkan Taka Bonerate sebagai taman nasional pada tahun 1992.
Kawasan konservasi ini mencakup wilayah laut seluas lebih dari 500.000 hektare yang sebagian besar terdiri atas perairan dangkal, terumbu karang, laguna, dan pulau-pulau kecil. Secara administratif taman nasional berada di wilayah Kepulauan Selayar yang sejak lama dikenal sebagai kawasan maritim penting di Indonesia timur.
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:17 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 8:52 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 20:08 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:33 WIB