Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Benteng Kolonial
»
Detail Berita


Menelusuri Benteng Pendem Cilacap, Jejak Tersembunyi yang Sarat Sejarah

Foto: Benteng ini memiliki nama asli Kustbatterij op de Landtong te Cilacap, yang berarti baterai pantai di tanah genting Cilacap
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Kompleks Benteng Pendem memiliki luas sekitar 6,5 hektare. Di dalamnya terdapat puluhan ruangan yang memiliki fungsi berbeda-beda. Ada ruang barak prajurit, gudang amunisi, ruang senjata, ruang perwira, dapur umum, rumah sakit kecil, lorong penghubung bawah tanah, hingga ruang tahanan. Seluruh bangunan dibuat menggunakan bata merah dengan ketebalan dinding yang mencapai lebih dari satu meter sehingga mampu menahan gempuran peluru meriam pada zamannya.

Salah satu ciri khas benteng ini adalah konstruksi bangunannya yang rendah dan sebagian besar berada di bawah permukaan tanah. Desain tersebut bukan tanpa alasan. Selain membuat benteng lebih sulit terlihat dari kejauhan, struktur yang tertanam juga membantu meredam dampak ledakan meriam musuh. Atap bangunan kemudian ditimbun tanah dan ditanami rumput sehingga dari kejauhan kawasan ini tampak seperti bukit alami.

Teknik penyamaran tersebut merupakan bagian dari strategi militer modern pada abad ke-19 yang mulai diterapkan di berbagai benteng pertahanan Eropa. Karena itulah masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Benteng Pendem, meskipun sebenarnya bangunan tersebut memang sengaja dirancang berada di bawah timbunan tanah.

Selama masa kolonial, benteng ini menjadi salah satu pusat pertahanan penting Belanda di kawasan selatan Jawa. Meriam-meriam besar ditempatkan menghadap ke laut untuk mengawasi setiap kapal yang melintas. Selain itu, benteng juga berfungsi sebagai markas pasukan yang bertugas menjaga keamanan pelabuhan Cilacap.

Memasuki masa pendudukan Jepang pada tahun 1942, fungsi benteng berubah. Tentara Jepang memanfaatkan sebagian fasilitas yang ada untuk kepentingan militernya. Beberapa bagian mengalami perubahan, sementara sebagian lainnya dibiarkan terbengkalai. Setelah Indonesia merdeka, kompleks benteng sempat digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia sebelum akhirnya tidak lagi difungsikan sebagai instalasi militer.

Seiring berjalannya waktu, bangunan yang sudah tidak digunakan tersebut perlahan tertutup tanah, semak belukar, dan pepohonan liar. Bahkan selama bertahun-tahun keberadaan sebagian besar bangunan nyaris terlupakan. Baru pada sekitar dekade 1980-an dilakukan pembersihan dan penggalian sehingga struktur benteng kembali terlihat. Dari sinilah masyarakat luas mulai mengenal Benteng Pendem sebagai salah satu situs sejarah penting di Jawa Tengah.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua