Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Geopark
»
Detail Berita


Taman Nasional Tanjung Puting, Benteng Terakhir Orangutan Kalimantan

Foto: Tanjung Puting dikenal luas di tingkat internasional berkat berbagai program penelitian dan konservasi orangutan yang telah berlangsung selama puluhan tahun
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Tanjung Puting sering disebut sebagai salah satu habitat orangutan terpenting di dunia. Berbagai lembaga konservasi internasional bahkan menempatkan kawasan ini sebagai salah satu lokasi dengan populasi orangutan liar terbesar yang masih bertahan hingga saat ini. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya konservasi yang dilakukan selama puluhan tahun oleh pemerintah, peneliti, organisasi lingkungan, dan masyarakat setempat.

Namun, orangutan bukanlah satu-satunya penghuni istimewa taman nasional ini. Tanjung Puting juga menjadi habitat bagi bekantan, primata endemik Kalimantan yang mudah dikenali dari hidung panjangnya. Selain itu terdapat owa Kalimantan, lutung merah, monyet ekor panjang, beruang madu, rusa sambar, babi berjanggut, hingga macan dahan yang sangat sulit ditemukan di alam liar.

Kekayaan satwa tersebut didukung oleh ekosistem yang sangat beragam. Hutan rawa gambut misalnya, menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar sekaligus menjadi tempat hidup berbagai spesies tumbuhan dan satwa. Di wilayah pesisir, hutan mangrove berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi serta menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan dan burung air. Sementara itu, kawasan hutan dataran rendah menyediakan sumber makanan yang melimpah bagi primata dan mamalia besar.

Dunia burung juga berkembang sangat baik di kawasan ini. Lebih dari 200 spesies burung telah tercatat menghuni Tanjung Puting, termasuk berbagai jenis rangkong, raja udang, bangau, dan burung air lainnya. Keberadaan burung-burung tersebut menjadi indikator penting bahwa sebagian besar ekosistem taman nasional masih mampu mendukung kehidupan liar secara alami.

Sungai-sungai yang membelah kawasan taman nasional turut menciptakan lanskap yang unik. Sungai Sekonyer misalnya, menjadi jalur utama bagi wisatawan dan peneliti untuk memasuki kawasan hutan. Dari atas perahu, pengunjung sering dapat melihat bekantan bergelantungan di pepohonan tepi sungai, burung-burung yang terbang rendah di atas air, hingga orangutan yang mencari makan di kanopi hutan. Pemandangan seperti ini menjadi pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.

Menjaga Hutan di Tengah Berbagai Tantangan

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Baca Juga

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Berita Lainnya

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Pindang Patin Khas Palembang, Harmoni Asam Pedas dari Tepian Sungai Musi

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua