Tanjung Puting sering disebut sebagai salah satu habitat orangutan terpenting di dunia. Berbagai lembaga konservasi internasional bahkan menempatkan kawasan ini sebagai salah satu lokasi dengan populasi orangutan liar terbesar yang masih bertahan hingga saat ini. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya konservasi yang dilakukan selama puluhan tahun oleh pemerintah, peneliti, organisasi lingkungan, dan masyarakat setempat.
Namun, orangutan bukanlah satu-satunya penghuni istimewa taman nasional ini. Tanjung Puting juga menjadi habitat bagi bekantan, primata endemik Kalimantan yang mudah dikenali dari hidung panjangnya. Selain itu terdapat owa Kalimantan, lutung merah, monyet ekor panjang, beruang madu, rusa sambar, babi berjanggut, hingga macan dahan yang sangat sulit ditemukan di alam liar.
Kekayaan satwa tersebut didukung oleh ekosistem yang sangat beragam. Hutan rawa gambut misalnya, menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar sekaligus menjadi tempat hidup berbagai spesies tumbuhan dan satwa. Di wilayah pesisir, hutan mangrove berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi serta menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan dan burung air. Sementara itu, kawasan hutan dataran rendah menyediakan sumber makanan yang melimpah bagi primata dan mamalia besar.
Dunia burung juga berkembang sangat baik di kawasan ini. Lebih dari 200 spesies burung telah tercatat menghuni Tanjung Puting, termasuk berbagai jenis rangkong, raja udang, bangau, dan burung air lainnya. Keberadaan burung-burung tersebut menjadi indikator penting bahwa sebagian besar ekosistem taman nasional masih mampu mendukung kehidupan liar secara alami.
Sungai-sungai yang membelah kawasan taman nasional turut menciptakan lanskap yang unik. Sungai Sekonyer misalnya, menjadi jalur utama bagi wisatawan dan peneliti untuk memasuki kawasan hutan. Dari atas perahu, pengunjung sering dapat melihat bekantan bergelantungan di pepohonan tepi sungai, burung-burung yang terbang rendah di atas air, hingga orangutan yang mencari makan di kanopi hutan. Pemandangan seperti ini menjadi pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.
Menjaga Hutan di Tengah Berbagai Tantangan
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB