Hutan-hutan yang menyelimuti taman nasional ini terdiri atas berbagai tipe ekosistem, mulai dari hutan dataran rendah, hutan perbukitan, hingga hutan pegunungan yang berada pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Variasi kondisi geografis tersebut menciptakan habitat yang sangat beragam dan mendukung tingginya keanekaragaman hayati.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini menjadi rumah bagi ribuan spesies tumbuhan. Pohon-pohon raksasa dari keluarga dipterokarpa mendominasi banyak bagian hutan dataran rendah, sementara vegetasi pegunungan menghadirkan karakter yang berbeda dengan kehadiran lumut, anggrek, serta tumbuhan khas dataran tinggi tropis.
Keanekaragaman satwa di Kayan Mentarang juga sangat mengesankan. Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai mamalia besar Kalimantan, termasuk banteng kalimantan, beruang madu, rusa sambar, kijang, dan macan dahan. Di antara satwa yang paling mendapat perhatian adalah orangutan Kalimantan, meskipun populasinya lebih banyak ditemukan di wilayah dataran rendah dan perbukitan tertentu yang masih sesuai dengan kebutuhan habitatnya.
Dunia burung di Kayan Mentarang menjadi salah satu yang terkaya di Pulau Kalimantan. Berbagai jenis rangkong atau enggang dapat ditemukan di kawasan ini. Burung-burung tersebut memiliki peran penting dalam penyebaran biji dan regenerasi hutan. Kehadiran rangkong sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekosistem hutan tropis karena satwa ini membutuhkan habitat yang luas dan pohon-pohon besar untuk bersarang.
Selain mamalia dan burung, sungai-sungai yang mengalir di kawasan taman nasional menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar yang penting bagi keseimbangan ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat. Kondisi sungai yang masih relatif bersih menjadikan kawasan ini sebagai salah satu benteng penting bagi keanekaragaman hayati perairan pedalaman Kalimantan.
Keunikan lain Kayan Mentarang adalah posisinya yang berada di wilayah perbatasan. Karena terhubung dengan kawasan konservasi di Malaysia, taman nasional ini menjadi bagian dari koridor ekologis yang memungkinkan satwa liar bergerak melintasi bentang alam yang luas. Konektivitas seperti ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan populasi satwa dalam jangka panjang.
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:43 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:42 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:34 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:28 WIB