Untuk melindungi ekosistem yang unik tersebut, pemerintah menetapkan kawasan Laiwangi Wanggameti sebagai taman nasional pada tahun 1998. Kawasan ini memiliki luas lebih dari 47.000 hektare dan mencakup berbagai tipe habitat yang sangat penting bagi kelangsungan hidup satwa endemik Sumba.
Nama taman nasional ini berasal dari dua kawasan utama, yaitu Laiwangi dan Wanggameti. Wilayah Wanggameti sendiri dikenal sebagai daerah pegunungan tertinggi di Pulau Sumba dan menjadi sumber air bagi banyak sungai yang mengalir ke berbagai penjuru pulau.
Keberadaan hutan di kawasan ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Selain menjaga ketersediaan air, hutan juga membantu mencegah erosi serta mempertahankan keseimbangan lingkungan yang mendukung sektor pertanian dan peternakan.
Karena alasan itulah Laiwangi Wanggameti tidak hanya penting bagi konservasi satwa liar, tetapi juga bagi keberlangsungan hidup masyarakat Sumba secara keseluruhan.
Surga Burung Endemik Sumba
Salah satu kekayaan terbesar taman nasional ini adalah keanekaragaman burung endemik yang sangat tinggi. Banyak spesies hanya dapat ditemukan di Pulau Sumba dan tidak hidup di wilayah lain di dunia.
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:17 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 8:52 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 20:08 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:33 WIB