Meski pantainya berpasir gelap hasil aktivitas vulkanik, pesona utama Pemuteran justru berada di bawah permukaan laut. Perairan desa ini menyimpan hamparan terumbu karang yang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan karang, anemon, nudibranch, penyu, hingga beragam biota laut tropis lainnya. Kejernihan air pada musim kemarau memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan bawah laut dengan jarak pandang yang sangat baik.
Salah satu ikon wisata bawah laut Pemuteran adalah Taman Biorock. Kawasan ini merupakan hasil restorasi terumbu karang menggunakan teknologi mineral accretion atau yang lebih dikenal dengan metode Biorock. Teknologi tersebut memanfaatkan arus listrik bertegangan rendah yang dialirkan melalui struktur logam di bawah laut sehingga mempercepat pertumbuhan karang.
Program konservasi ini mulai dikembangkan di Pemuteran sejak awal tahun 2000-an sebagai respons terhadap kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan pada masa sebelumnya. Berkat keterlibatan masyarakat, pelaku pariwisata, dan berbagai lembaga konservasi, kawasan bawah laut Pemuteran perlahan pulih dan kini menjadi salah satu contoh restorasi terumbu karang yang dikenal secara internasional.
Keberhasilan konservasi tersebut membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan pariwisata. Terumbu karang yang sehat tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan yang mendukung kehidupan nelayan setempat.
Selain menikmati snorkeling dan menyelam, wisatawan juga dapat mengikuti perjalanan menggunakan perahu menuju Pulau Menjangan yang berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Pulau kecil tak berpenghuni tersebut terkenal sebagai salah satu lokasi penyelaman terbaik di Indonesia dengan dinding karang yang menjulang, air laut yang jernih, dan keanekaragaman biota laut yang tinggi.
Perairan sekitar Pemuteran juga menjadi habitat berbagai jenis ikan hias, bintang laut, teripang, kima, serta penyu yang sesekali terlihat muncul ke permukaan. Kondisi laut yang relatif tenang membuat kawasan ini cocok bagi penyelam pemula maupun fotografer bawah laut yang ingin mengabadikan kekayaan ekosistem tropis.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB