Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
DKI Jakarta
»
Museum


Museum Bahari Jakarta, Menyusuri Warisan Kemaritiman Nusantara di Tepi Sunda Kelapa

Foto: Museum Bahari menyimpan berbagai peralatan navigasi yang digunakan oleh para pelaut pada masa lalu.
Warta Konsumen Indonesia

Jakarta, Indonesianer.com -- Museum Bahari menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa.

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan ribuan pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, laut telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Nusantara selama berabad-abad. Jalur pelayaran, perdagangan antarpulau, aktivitas nelayan, hingga hubungan dengan berbagai bangsa asing membentuk sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari identitas Indonesia. Untuk memahami warisan tersebut, salah satu tempat terbaik yang dapat dikunjungi adalah Museum Bahari, sebuah museum yang secara khusus didedikasikan untuk sejarah dan budaya maritim Indonesia.

Museum Bahari terletak di kawasan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, tepat di seberang pelabuhan bersejarah yang selama berabad-abad menjadi pintu masuk perdagangan ke Batavia. Lokasinya yang berada di tepi muara Sungai Ciliwung memberikan konteks yang sangat kuat terhadap tema kemaritiman yang diusung museum ini. Tidak berlebihan jika banyak pengunjung menganggap Museum Bahari sebagai salah satu museum paling representatif untuk memahami sejarah Indonesia sebagai bangsa maritim.

Keunikan Museum Bahari tidak hanya terletak pada koleksinya, tetapi juga pada bangunan yang ditempatinya. Gedung museum merupakan bekas gudang penyimpanan rempah-rempah milik VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie yang dibangun secara bertahap antara abad ke-17 hingga abad ke-18. Pada masa itu, kawasan Sunda Kelapa menjadi pusat perdagangan penting yang menghubungkan Nusantara dengan berbagai wilayah di Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Rempah-rempah, kopi, teh, tekstil, serta berbagai komoditas lainnya pernah disimpan di kompleks gudang ini sebelum dikirim ke pasar internasional.

Setelah masa kolonial berakhir, bangunan tersebut mengalami beberapa kali perubahan fungsi. Pada masa pendudukan Jepang digunakan sebagai gudang logistik militer, sedangkan setelah Indonesia merdeka sempat dimanfaatkan oleh berbagai instansi pemerintah sebagai gudang penyimpanan. Kesadaran akan nilai sejarah bangunan ini kemudian mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pemugaran pada tahun 1976. Setahun kemudian, tepat pada 7 Juli 1977, Museum Bahari resmi dibuka untuk umum oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Sejak saat itu, Museum Bahari berkembang menjadi salah satu museum tematik terpenting di Indonesia. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa sejarah bangsa ini tidak hanya dibangun di daratan, tetapi juga di laut yang menghubungkan berbagai pulau dan peradaban selama berabad-abad.

Menjelajahi Koleksi Kapal, Perahu, dan Kehidupan Maritim Nusantara

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua