Museum Negeri Bali memiliki ribuan koleksi yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali. Koleksi tersebut berasal dari masa prasejarah, periode Hindu-Buddha, masa kerajaan, hingga kehidupan masyarakat Bali pada era modern. Keragaman koleksi ini menjadikan museum sebagai salah satu sumber informasi paling lengkap mengenai sejarah dan budaya Bali.
Salah satu bagian yang paling menarik adalah koleksi prasejarah yang menampilkan berbagai artefak batu, peralatan rumah tangga kuno, serta benda-benda yang digunakan oleh masyarakat Bali pada masa awal. Koleksi ini memberikan gambaran tentang bagaimana manusia mulai menetap dan membangun kehidupan di Pulau Bali jauh sebelum munculnya kerajaan-kerajaan Hindu.
Di antara koleksi paling terkenal museum ini terdapat nekara perunggu yang dikenal sebagai Bulan Pejeng. Nekara tersebut merupakan salah satu nekara perunggu terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia dan berasal dari masa kebudayaan perunggu. Meskipun benda asli Bulan Pejeng tetap berada di kawasan Pura Penataran Sasih di Gianyar, museum menyimpan berbagai informasi dan koleksi yang berkaitan dengan perkembangan budaya perunggu di Bali. Koleksi ini menunjukkan bahwa Bali telah menjadi bagian dari jaringan budaya dan perdagangan regional sejak masa kuno.
Bagian arkeologi museum menampilkan berbagai arca, prasasti, dan artefak dari masa Hindu-Buddha yang menjadi fondasi kebudayaan Bali saat ini. Koleksi tersebut memperlihatkan bagaimana pengaruh budaya India berasimilasi dengan tradisi lokal hingga melahirkan identitas budaya Bali yang khas. Berbagai arca dewa-dewi Hindu, relief, dan benda ritual menjadi saksi perkembangan agama dan seni di pulau ini selama berabad-abad.
Koleksi etnografi merupakan salah satu bagian terbesar dan paling menarik di Museum Negeri Bali. Pengunjung dapat melihat berbagai perlengkapan rumah tangga tradisional, alat pertanian, alat perikanan, hingga perlengkapan upacara adat yang digunakan masyarakat Bali dalam kehidupan sehari-hari. Koleksi ini menunjukkan betapa erat hubungan masyarakat Bali dengan tradisi dan lingkungan alam di sekitarnya.
Museum juga menyimpan berbagai jenis pakaian adat dari berbagai daerah di Bali. Setiap pakaian mencerminkan status sosial, fungsi upacara, dan identitas komunitas tertentu. Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat memahami bahwa kebudayaan Bali tidak bersifat homogen, melainkan memiliki keragaman lokal yang sangat kaya.
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB
Geosite
15 Jun 2026, 20:28 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Peristiwa
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB