Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Geopark
»
Detail Berita


Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Foto: Gunung Sewu dikenal sebagai salah satu contoh terbaik bentang alam karst tropis di dunia. Proses pembentukan kawasan ini dimulai dari endapan batu gamping yang terbentuk di dasar laut jutaan tahun lalu.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Gunungkidul, Indonesianer.com -- Geopark Gunung Sewu adalah kawasan taman bumi global (UNESCO Global Geopark) yang membentang luas di tiga kabupaten lintas Kabupaten Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta), Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) dan Kabupaten Pacitan (Jawa Timur)

Di bagian selatan Pulau Jawa yang membentang dari Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, terdapat sebuah lanskap alam yang unik dan sangat khas, berupa gugusan perbukitan batu kapur berbentuk kerucut yang tersebar sejauh mata memandang. Kawasan ini dikenal sebagai Gunung Sewu, yang secara harfiah berarti seribu gunung, meskipun dalam kenyataannya jumlah bukit karst di wilayah ini mencapai ribuan dan membentuk salah satu lanskap karst tropis terbesar di dunia.

Gunung Sewu telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark karena nilai geologinya yang luar biasa, sekaligus kekayaan keanekaragaman hayati dan budaya yang hidup di dalamnya. Kawasan ini mencakup wilayah yang sangat luas, meliputi sebagian Kabupaten Gunungkidul di Daerah Istimewa Yogyakarta, Wonogiri di Jawa Tengah, serta Pacitan di Jawa Timur. Ketiga wilayah ini bersama-sama membentuk satu kesatuan bentang alam karst yang saling terhubung secara geologis.

Keunikan utama Gunung Sewu terletak pada bentuk topografinya yang didominasi oleh bukit-bukit karst berbentuk kerucut. Lanskap ini terbentuk melalui proses pelarutan batu gamping selama jutaan tahun, yang menghasilkan pola permukaan tanah yang khas, dengan lembah-lembah kering, dolina, serta sistem gua bawah tanah yang kompleks. Di balik permukaan yang tampak gersang pada musim kemarau, tersimpan sistem hidrologi bawah tanah yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

Gunung Sewu bukan hanya kawasan geologi, tetapi juga ruang hidup yang telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Gua-gua di kawasan ini menjadi saksi jejak kehidupan manusia prasejarah, sementara lembah dan perbukitan di atasnya menjadi tempat berkembangnya budaya agraris dan tradisi masyarakat Jawa bagian selatan.

Lanskap Karst Raksasa dan Sistem Bawah Tanah yang Kompleks

Gunung Sewu dikenal sebagai salah satu contoh terbaik bentang alam karst tropis di dunia. Proses pembentukan kawasan ini dimulai dari endapan batu gamping yang terbentuk di dasar laut jutaan tahun lalu. Seiring waktu, pergerakan tektonik mengangkat lapisan batuan tersebut ke permukaan, lalu proses pelarutan oleh air hujan membentuk struktur khas karst yang kita lihat saat ini.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Tradisi Lokal Tetap Mampu Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi

Tradisi Lokal Tetap Mampu Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi

Humaniora

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Baca Juga

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Nasi Kapau Bukittinggi, Ragam Lauk dan Tradisi Rumah Makan Minang

Nasi Kapau Bukittinggi, Ragam Lauk dan Tradisi Rumah Makan Minang

Kuliner

Sayur Asem Jakarta dan Filosofi Sederhana dalam Masakan Nusantara

Sayur Asem Jakarta dan Filosofi Sederhana dalam Masakan Nusantara

Kuliner

Berita Lainnya

Otak-Otak Kepulauan Riau: Tradisi Olahan Ikan di Wilayah Maritim Indonesia

Otak-Otak Kepulauan Riau: Tradisi Olahan Ikan di Wilayah Maritim Indonesia

Kuliner

Asinan Betawi dan Kesegaran Kuliner Peranakan di Ibu Kota

Asinan Betawi dan Kesegaran Kuliner Peranakan di Ibu Kota

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Mangut Lele Yogyakarta, Sajian Asap dan Santan dengan Karakter Khas

Mangut Lele Yogyakarta, Sajian Asap dan Santan dengan Karakter Khas

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua