Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
DI Yogyakarta
»
Candi


Menelusuri Keindahan Candi Ratu Boko di Atas Bukit Prambanan

Foto: Ratu Boko merupakan kompleks arkeologi yang lebih tepat disebut sebagai kawasan keraton atau pusat aktivitas elite pada masa Jawa Kuno.
Warta Konsumen Indonesia

Sleman, Indonesianer.com -- Candi Ratu Boko terletak di atas perbukitan setinggi 196 meter di Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya berjarak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan atau sekitar 19 km di sebelah timur Kota Yogyakarta.

Di sebelah selatan kompleks Prambanan, pada sebuah perbukitan yang menghadap hamparan dataran luas Yogyakarta dan Klaten, berdiri salah satu situs arkeologi paling unik di Indonesia. Situs tersebut dikenal sebagai Candi Ratu Boko, meskipun para arkeolog sepakat bahwa kawasan ini bukanlah candi dalam pengertian umum seperti Borobudur atau Prambanan. Ratu Boko merupakan kompleks arkeologi yang lebih tepat disebut sebagai kawasan keraton atau pusat aktivitas elite pada masa Jawa Kuno.

Keunikan inilah yang membuat Ratu Boko berbeda dari sebagian besar situs Hindu-Buddha di Indonesia. Jika candi-candi lain umumnya berfungsi sebagai tempat pemujaan, Ratu Boko memperlihatkan jejak sebuah kompleks yang kemungkinan digunakan sebagai pusat pemerintahan, tempat tinggal bangsawan, pusat keagamaan, atau kombinasi dari berbagai fungsi tersebut. Bentuk bangunannya yang luas dan beragam menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki peran penting dalam kehidupan politik dan budaya Jawa pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi.

Terletak sekitar 196 meter di atas permukaan laut, Ratu Boko menawarkan pemandangan yang sulit ditemukan di situs arkeologi lainnya. Dari kawasan ini, pengunjung dapat melihat hamparan Dataran Prambanan, siluet Gunung Merapi di utara, serta perbukitan yang membentang hingga cakrawala. Kombinasi antara nilai sejarah dan panorama alam menjadikan Ratu Boko sebagai salah satu destinasi budaya paling menarik di Yogyakarta.

Nama Ratu Boko sendiri berasal dari legenda rakyat yang berkembang di Jawa. Dalam cerita rakyat yang kemudian dikaitkan dengan kisah Loro Jonggrang, Ratu Boko disebut sebagai seorang raja yang memiliki hubungan dengan kerajaan di kawasan Prambanan. Namun, kisah tersebut merupakan bagian dari tradisi folklor dan tidak dapat dianggap sebagai sumber sejarah mengenai asal-usul situs ini. Sejarah Ratu Boko justru terungkap melalui prasasti, penelitian arkeologi, dan kajian ilmiah yang dilakukan selama lebih dari satu abad.

Jejak Keraton Jawa Kuno dari Abad ke-8

Informasi mengenai sejarah awal Ratu Boko berasal dari sejumlah prasasti yang ditemukan di kawasan tersebut. Salah satu sumber terpenting adalah Prasasti Abhayagiri Wihara yang bertarikh tahun 792 Masehi. Prasasti ini menyebutkan bahwa seorang tokoh bernama Rakai Panangkaran mendirikan sebuah wihara bernama Abhayagiri Wihara, yang berarti biara di bukit yang damai.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua