Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Menelusuri Keindahan Candi Ratu Boko di Atas Bukit Prambanan

Foto: Ratu Boko merupakan kompleks arkeologi yang lebih tepat disebut sebagai kawasan keraton atau pusat aktivitas elite pada masa Jawa Kuno.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Rakai Panangkaran merupakan salah satu penguasa penting Kerajaan Mataram Kuno. Ia dikenal memiliki hubungan erat dengan perkembangan agama Buddha pada masa Dinasti Syailendra. Berdasarkan informasi dari prasasti tersebut, para ahli meyakini bahwa kawasan Ratu Boko pada awalnya memiliki fungsi keagamaan yang berkaitan dengan aktivitas Buddha.

Namun seiring berjalannya waktu, fungsi kawasan ini tampaknya berkembang menjadi lebih kompleks. Berbagai temuan arkeologi menunjukkan adanya unsur-unsur yang tidak lazim ditemukan pada sebuah kompleks keagamaan semata. Ditemukan sisa-sisa bangunan yang diduga merupakan pendapa, area permukiman, kolam, gerbang monumental, serta berbagai struktur lain yang mengindikasikan keberadaan sebuah pusat aktivitas elite.

Karena itu, sebagian besar arkeolog berpendapat bahwa Ratu Boko kemungkinan berfungsi sebagai keraton atau kompleks istana yang digunakan oleh kalangan penguasa pada masa Mataram Kuno. Meski demikian, hingga kini masih terdapat perdebatan mengenai fungsi utama situs tersebut karena bukti yang tersedia menunjukkan adanya perpaduan antara unsur keagamaan dan unsur pemerintahan.

Keberadaan elemen Hindu dan Buddha dalam satu kawasan juga mencerminkan karakter masyarakat Jawa pada masa itu. Dataran Prambanan merupakan wilayah yang memperlihatkan interaksi erat antara kedua tradisi keagamaan tersebut. Dalam radius yang relatif dekat berdiri kompleks Buddha seperti Candi Sewu dan Plaosan, serta kompleks Hindu besar seperti Prambanan. Ratu Boko menjadi salah satu bukti bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat peradaban yang sangat dinamis.

Lokasi di atas bukit memberikan keuntungan strategis bagi penghuninya. Dari ketinggian, seluruh wilayah dataran dapat dipantau dengan mudah. Selain memberikan pertahanan alami, posisi tersebut juga menciptakan suasana yang lebih sejuk dan tenang dibandingkan kawasan dataran rendah di sekitarnya.

Gerbang Megah dan Panorama yang Tak Terlupakan

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua