Di tengah kawasan permukiman Kota Malang, Jawa Timur, berdiri sebuah bangunan batu yang menjadi saksi awal perkembangan peradaban Hindu di wilayah Jawa Timur. Candi Badut mungkin tidak semegah Borobudur atau setinggi Prambanan, namun nilainya dalam sejarah Indonesia sangat besar. Banyak ahli arkeologi menganggap Candi Badut sebagai salah satu candi Hindu tertua yang masih bertahan di Jawa Timur dan merupakan peninggalan penting dari masa awal Kerajaan Kanjuruhan, salah satu kerajaan tertua yang pernah berkembang di wilayah tersebut.
Keberadaan Candi Badut memberikan gambaran berharga mengenai perkembangan agama, budaya, dan arsitektur di Jawa Timur sebelum munculnya kerajaan-kerajaan besar seperti Singhasari dan Majapahit. Dibangun pada abad ke-8 Masehi, candi ini berasal dari periode yang hampir sezaman dengan masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah. Oleh karena itu, Candi Badut menjadi jembatan penting untuk memahami hubungan sejarah antara Jawa Tengah dan Jawa Timur pada masa awal perkembangan kerajaan-kerajaan Nusantara.
Nama “Badut” sering menimbulkan kesalahpahaman karena dalam bahasa Indonesia modern kata tersebut identik dengan pelawak atau badut sirkus. Namun, para sejarawan umumnya berpendapat bahwa nama tersebut tidak memiliki hubungan dengan pengertian modern tersebut. Ada berbagai teori mengenai asal-usul nama Badut, tetapi hingga kini belum ada kesepakatan pasti mengenai makna aslinya.
Meskipun ukurannya relatif kecil dibandingkan banyak candi lain di Indonesia, Candi Badut memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Bangunan ini memperlihatkan bentuk arsitektur Hindu awal yang sederhana namun elegan, sekaligus menjadi bukti bahwa wilayah Malang telah menjadi pusat kebudayaan penting sejak lebih dari 1.200 tahun yang lalu.
Jejak Kerajaan Kanjuruhan dan Awal Peradaban Hindu di Malang
Sejarah Candi Badut tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Kanjuruhan, kerajaan yang dikenal melalui Prasasti Dinoyo yang bertarikh tahun 760 Masehi. Prasasti tersebut merupakan salah satu sumber tertulis tertua yang ditemukan di Jawa Timur dan memberikan informasi penting mengenai kehidupan politik dan keagamaan pada masa itu.
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB